Semarak Aksi Gojek di Pasar Saham Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek tak berhenti untuk membeli saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah masuk jadi pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), Gojek pun menjadi pemegang saham di salah satu emiten ritel perdagangan milik grup Lippo.

Gojek baru-baru ini diketahui telah masuk ke menjadi pemegang saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola Hypermaret melalui entitas usaha PT Pradipa Darpa Bangsa. Pradipa menggenggam 4,76 persen saham MPPA.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 Mei 2021, PT Multipolar Tbk melepas 11,9 persen saham MPPA pada 6 April 2021. 11,9 persen saham itu diserap tiga investor antara lain Panbrdige Investment Ltd sebesar 3,33 persen, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81 persen.

Multipolar menyampaikan PT Pradipa Darpa Bangsa berdomisili di Jakarta Selatan dan bergerak di bidang jasa aktivitas, profesional, ilmiah dan teknis. Susunan anggota dewan komisaris antara lain Andre Soelistyo sebagai komisaris. Andre Soelistyo merupakan Co-CEO Gojek.

Sedangkan susunan direksi antara lain Hans Patuwo sebagai Presiden Direktur dan Thomas Kristian sebagai Direktur. Susunan pemegang saham Pradipa antara lain PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar 99,996 persen dan PT Dompet Karya Anak Bangsa 0,004 persen.

Isu Gojek membeli saham MPPA tersebut sudah santer terdengar sejak April 2021. Isu tersebut juga sempat mendorong kenaikan harga saham MPPA. Pada 22 April 2021, saham MPPA melambung 24,4 persen ke posisi Rp 860 per saham.

Padahal pada 21 April 2021, saham MPPA stagnan di posisi Rp 690 per saham. Pada 9 April 2021, saham MPPA juga sempat melambung 24,47 persen ke posisi Rp 585 per saham.

Manajemen PT Multipolar Tbk menyatakan masuknya tiga pemegang saham lantaran melihat MPPA sebagai investasi yang strategis.

"Latar belakang dan pertimbangan atas masuknya ketiga pemegang saham tersebut menjadi pemegang saham MPPA karena MPPA merupakan investasi strategis yang memiliki tingkat pengembalian yang baik di masa yang akan datang,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar.

Genggam Saham BIRD

Sejumlah taksi mobil listrik parkir terlihat di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Jumlah taksi mobil listrik Blue Bird akan terus meningkat hingga menjadi 200 unit pada 2020, dan mencapai 2 ribu unit pada 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah taksi mobil listrik parkir terlihat di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Jumlah taksi mobil listrik Blue Bird akan terus meningkat hingga menjadi 200 unit pada 2020, dan mencapai 2 ribu unit pada 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gojek bukan kali pertama untuk membeli saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya Gojek juga membeli saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang dimiliki PT Pusaka Citra Djokosoetono.

Pada 13 Februari 2020, PT Pusaka Citra Djokosoetono menjual 108.207.016 saham BIRD dengan harga Rp 3.800 per saham. Akibat penjualan saham itu, total saham yang dimiliki menjadi 31,51 persen atau setara 788.596.779 saham BIRD. Sebelumnya PT Pusaka Citra Djokosoetono memiliki 35,84 persen saham BIRD.

Dalam keterangan tertulis, pembelian saham di BIRD merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara PT Blue Bird Tbk dan Gojek. Dengan pembelian saham BIRD, Gojek menjadi pemegang saham minoritas. Adapun PT Pusaka Citra Djokosoetono masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 31,51 persen saham BIRD.

Selain memperkuat kolaborasi sebelumnya, GoPay akan mengimplementasikan kode QRIS sebagai salah satu metode pembayaran di taksi Bluebird. Lebih lanjut, kehadiran GoPay juga akan terintegrasi ke dalam aplikasi MyBluebird.

"Kami menyambut baik ketertarikan dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa untuk melakukan investasi melalui pembelian saham BIRD. Bergabungnya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebagai salah satu pemegang saham menunjukkan bahwa PT Blue Bird Tbk sebagai penyedia transportasi merupakan partner yang strategis bagi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo, dikutip dari keterangan tertulis 21 Februari 2021.

Ia menambahkan, langkah pembelian saham BIRD oleh Gojek akan meningkatkan kolaborasi antara dua perusahaan.

"Kami juga yakin langkah ini akan semakin memperkuat kolaborasi antara kedua belah perusahaan, sekaligus mendukung usaha perusahaan untuk secara konsisten meningkatkan layanan Bluebird terhadap konsumen,” tutur dia.

Tambah Kepemilikan Saham di ARTO

(Ilustrasi PT Bank Jago Tbk (ARTO) Dok: Bank Jago
(Ilustrasi PT Bank Jago Tbk (ARTO) Dok: Bank Jago

Tak berhenti di BIRD, Gojek melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay juga masuk ke PT Bank Jago Tbk (ARTO). Pada 18 Desember 2020, Gojek menambah kepemilikan saham di ARTO. Dari keterbukaan informasi BEI tersebut diketahui Gopay telah memiliki 449.145.000 saham ARTO.

Gopay membeli 1.956.600.000 saham ARTO atau setara 18,02 persen dengan harga Rp 1.150 per saham pada 18 Desember 2020. Dengan demikian, Gopay kucurkan dana Rp 2,25 triliun beli saham ARTO. Akibat pembelian saham ARTO itu, Gopay memiliki 22,16 persen saham ARTO.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menuturkan, investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depan. Kemitraan dengan Bank Jago adalah sebuah pencapaian baru bagi Gojek dalam menyediakan berbagai solusi dari masalah sehari-hari melalui teknologi.

Bank berbasis teknologi seperti Bank Jago akan memperkuat ekosistem Gojek sekaligus akan membuka akses lebih luas kepada layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

"Kolaborasi ini akan menjadi awal dari cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada para pengguna Gojek. Melalui kolaborasi ini, kami juga dapat mengembangkan model agar bisa bermitra dengan berbagai institusi perbankan lainnya,” ujar dia.

Gojek juga mengharapkan aplikasinya dapat menjadi pilihan masyarakat.

"Kami ingin terus meningkatkan kerjasama seperti ini, agar aplikasi Gojek dapat semakin menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial mereka,” ia menambahkan.

Dengan ada sentimen itu, saham ARTO naik 1,56 persen ke posisi Rp 3.900 per saham pada 18 Desember 2020. Penguatan saham ARTO berlanjut pada 21 Desember 2020 dengan menguat 3,85 persen ke posisi Rp 4.050 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini