Semarang Akan Aktifkan Lagi Jalur Trem Peninggalan Hindia Belanda

·Bacaan 2 menit

VIVATrem pernah jaya sebagai sarana transportasi umum di berbagai kota saat Hindia Belanda menguasai nusantara. Saat itu antara abad ke 18 hingga abad ke 19, kota-kota seperti Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya mempunyai jalur trem di tengah kota. Namun, trem kemudian tergantikan oleh moda transportasi lain yang dianggap lebih praktis dan massal, seperti kereta api dan bus.

Meski begitu, di kota-kota Eropa, trem sampai saat ini ternyata masih digunakan untuk alat transportasi massal dalam kota dan wisata.

Di Indonesia, pengaktifan kembali moda transportasi kembali mengemuka seiiring tren tranportasi publik. Salah satunya, Kota Semarang yang berencana melahirkan kembali trem sebagai moda transportasi massal.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bahkan sudah aktif melakukan komunikasi dengan Kerajaan Belanda untuk mendatangkan trem ke ibu kota Jawa Tengah dalam bentuk hibah. Pengajuan proposal sudah dikirimkan melalui Duta Besar Indonesia untuk Belanda.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan kajian reaktivasi trem, dan mendapatkan tawaran dari Pemerintah Kota Amsterdam, Belanda.

"Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Bapak Duta Besar Indonesia untuk Belanda demi menghidupkan kembali trem di Kota Semarang," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat tersambung langsung dengan Duta Besar RI untuk Belanda, H.E Mayerfas, Jumat, 4 Juni 2021.

Wali kota yang akrab dipanggil Hendi tersebut mengungkapkan, kembali aktifnya trem di Kota Semarang tak hanya mendukung keberadaan Kota Lama sebagai salah satu wisata heritage, tapi sekaligus menjadi pilot project sistem transportasi umum berbasis jalan rel di Semarang.

"Saya berharap, kajian dapat lekas diselesaikan, sehingga dalam 2-3 tahun mendatang warga Kota Semarang dapat merasakan manfaatnya," ujar Hendi.

Rute trem yang menjadi prioritas nantinya akan melewati jalur ring route dari Stasiun Tawang - Jalan Ronggowarsito- Jalan Agus Salim - Pasar Johar - Jalan Pemuda - Lawang Sewu - Jalan Imam Bonjol kemudian kembali ke Stasiun Tawang, dengan jarak total 12,8 kilometer.

Namun, Hendi memperhitungkan kembali kemampuan anggaran untuk jarak sejauh itu. Maka ia juga menawarkan rute pendek alternatif Kota Lama - Lawang Sewu sebagai pilot project sekaligus meningkatkan potensi wisata heritage.

Kota Semarang akan memperoleh hibah 2 trem set dari Kerajaan Belanda, masing-masing terdiri dari dua rangkaian gerbong kereta.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/Semarang, Jateng)