Semarang Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Positif COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar daerah di luar Kota Semarang sebaiknya merujuk pasien COVID-19 ke daerah sekitar yang tingkat BOR atau Bed Occupancy Rate-nya di rumah sakit masih tersedia.

Hal itu mengingat kasus COVID-19 di Kota Semarang saat juga sedang melonjak tinggi. Sehingga BOR di Kota Semarang juga hampir penuh oleh warga Semarang yang terkonfirmasi COVID-19.

Untuk mengatasi kebutuhan tempat perawatan dan isolasi, Pemerintah Kota Semarang juga telah mempersiapkan kembali kantor Diklat Kota Semarang yang memiliki kapasitas 100 orang dan Islamic Center yang mampu menampung 180 orang.

Baca juga: Heboh Pesan Hindari Jateng karena COVID-19 India, Ganjar: Jangan Panik

Pemprov Jateng juga sudah mengizinkan penggunaan Kantor Diklat Jateng dan Gedung STIE Bank Jateng untuk dijadikan tempat karantina terpusat.

"Berbagai langkah antisipasi sudah dipikirkan dengan baik, yang penting kami imbau agar warga tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," kata wali kota yang akrab dipanggil Hendi tersebut.

Ia pun berencana menyewa hotel untuk bisa menambah kapasitas tempat tidur ruang isolasi.

"Langkah itu kita ambil sebagai upaya cadangan apabila sewaktu-waktu BOR atau Bed Occupancy Rate seperti di rumah sakit, asrama haji maupun rumah dinas sudah penuh," jelas Hendi.

Dari data di siagacorona.semarangkota.go.id per hari ini, angka kasus aktif yang dirawat maupun diisolasi di Kota Semarang tercatat ada 1.205 orang. Terdiri dari 688 warga Semarang dan 517 orang warga luar kota.

Laporan Teguh Joko Sutrisno

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel