Sembako 'Cap' Airlangga Hartarto Disebar ke Pasien Isoman di Solo

VIVA – Pandemi COVID-19 menjadi momentum para elite politik untuk mendongkrak popularitas sebagai pemanasan menghadapi Pemilu 2019. Setelah ramai soal baliho-baliho sejumlah elite politik yang terpampang di sejumlah titik wilayah, kini muncul paket sembako bergambar para tokoh politik.

Tentu tidak ada yang salah dengan pemberian bantuan sembako, apalagi di masa sulit seperti ini, sangat membantu. Penggunaan gambar atau foto para politikus di paket sembako juga bukan pidana, karena sekarang bukan masanya kampanye pemilu.

Tapi secara hitung-hitungan politik, kemunculan wajah elite politik di baliho maupun paket sembako bisa dimaknai sebagai 'cek ombak' untuk popularitas si tokoh di mata publik.

Seperti yang dilakukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Solo beberapa waktu lalu. Airlangga yang didampingi fungsionaris Golkar menyerahkan 10 ribu paket sembako kepada warga Solo, yang diwakili secara simbolis oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Selain paket sembako, Menko Perekonomian itu juga menyerahkan bantuan 100 unit konsentrator oksigen, telur ayam 500 kilogram, daging ayam beku 500 kilogram dan 10 ribu masker.

Menariknya, tas paket sembako yang dibagikan ke warga ada 'cap' bantuan Airlangga Hartarto. Masker yang akan dibagikan juga berwarna kuning, warna yang menjadi identitas partai yang dia pimpin.

Wali Kota Solo, Gibran mengatakan bantuan 10 ribu paket sembako dari Airlangga Hartarto akan dibagikan kepada pasien COVID-19 yang menjalani karantina di tempat isolasi terpusat, maupun isolasi mandiri di rumah. Selain itu paket sembako juga dibagikan ke pedagang pasar.

Soal tas paket sembako yang ada gambar dan nama Airlangga Hartarto, putra sulung Presiden Jokowi itu tidak terlalu menghiraukannya. "Itu kan sumbangan pribadi dari Pak Airlangga," ujarnya.

Terpisah, paket sembako bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani juga beredar di sejumlah daerah. Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, paket sembako dan obat-obatan-vitamin dengan gambar petinggi PDIP itu disebar ke sejumlah tempat isolasi terpadu di Kabupaten Malang.

Bupati Malang, HM Sanusi mengungkapkan kegiatan ini merupakan inisiasi komunitas relawan SanDi Puan Maharani. Pihaknya mendukung penuh kegiatan bagi-bagi bansos ini. Apalagi di tengah situasi sulit ini banyak rakyat membutuhkan, sehingga diperlukan gotong-royong menghadapi pandemi COVID-19.

"Terlebih, berdasarkan instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang meminta seluruh kader partai untuk terus bergerak di depan menghadirkan wajah kemanusiaan dan wajah kerakyatan," ujar Sanusi yang juga kader PDIP.

"Sesuai dengan arahan Ketua Umum, kami akan selalu hadir terlebih ketika rakyat membutuhkan, bersama-sama kita bergotong-royong menghadapi pandemi Covid-19," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel