Sembilan Kelangkaan Komoditas di Masa Pemerintahan SBY

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Tempo
    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan 8 slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dengan demikian, kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, maskapainya akan mengoperasikan 16 penerbangan dalam sehari. …

Oleh: Fachrurozi

KELANGKAAN komoditas sebenarnya bukan cerita baru dalam perjalanan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hampir satu dekade. Bahkan hampir setiap tahun kebutuhan rakyat mengalami “musim sepi” di pasar-pasar, sampai akhirnya menaikkan harga dan membebani rakyat.

Berikut ini kelangkaan demi kelangkaan yang terjadi sepanjang pemerintahan Presiden SBY:

1. Bahan Bakar Minyak bersubsidi
2004-2005
Setelah Susilo Bambang Yudhoyono memimpin, tiba-tiba harga bahan bakar minyak bersubsidi diturunkan. Mungkin bagi calo ini menguntungkan, sehingga bisa dijual ke luar negeri atau ke industri yang tidak dapat subsidi. Kelangkaan pun tak terhindarkan di Sumatera, Indonesia Timur bahkan Pulau Jawa.

Solusi:
Presiden terjun langsung, bahkan sempat berkunjung ke Lampung. Pantauan diarahkan ke simpul-simpul distribusi BBM di Lampung antara lain SPBU, depo BBM dan kapal yang membongkar BBM. Pembenahan distribusi melalui pengawasan ketat menjadi fokus pemerintah, dengan menugaskan PT Pertamina (Persero) dan Kepolisian RI.

2. Kelangkaan pupuk
2007

Saat musim tanam tiba, terjadi kelangkaan pupuk. Penyebabnya adalah pasokan gas yang berkurang ke industri pupuk.

Solusi: Pemerintah menambah kuota gas kepada pabrik pupuk yang ada di Indonesia guna memperlancar produksi pupuk. Selain itu, pasokan pupuk bersubsidi dibanjiri ke pasar, sehingga harga yang melambung bisa ditekan.

3. Kelangkaan cabai
2010
Kelangkaan cabai merah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Penyebabnya, dari faktor cuaca yang tidak mendukung hingga distribusi yang tersendat. Harga komoditas tersebut sempat menyentuh Rp70 ribu-Rp90 ribu per kilogram.

Solusi: Pemerintah mempersilakan pengusaha melakukan impor jenis komoditas ini dari Thailand dan Filipina.

2011
Tahun ini juga terjadi kelangkaan cabai.

Solusi: Menteri Perdagangan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.

2013
Hingga sekarang, komoditas cabai yang mengalami kelangkaan pada tahun ini masih berlangsung. Harganya pun melambung, dari biasanya Rp35 ribu per kilogram, menjadi Rp48 ribu. Belum ada tindakan konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.


4. Kelangkaan daging sapi
2012-2013

Kelangkaan daging ini disebabkan oleh banyak hal. Dari masalah pembatasan impor lewat kuota, hingga rumah potong yang menolak melayani sapi lokal. Rumah potong yang diaudit oleh Australia, hampir separuhnya diminta tidak melayani permintaan potong sapi lokal.

Solusi: Departemen Pertanian langsung turun ke lapangan dan melakukan aksi protes terhadap Pemerintah Australia atas diskriminasi terhadap sapi lokal. Selain itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa minta transparansi impornya, karena selama ini diduga kuat ada kartel.


5. Kelangkaan kedelai
2008

Pada tahun ini, terjadi kelangkaan kedelai hingga harganya menjulang.

Solusi: Bea impor jadi nol persen bagi importir dan subsidi kepada para petani.

2011-2012
Kelangkaan kedelai terjadi lagi. Tempe dan tahu pun menghilang dari pasar. Sedikitnya pasokan, membuat harganya melambung.

Solusi: Memberikan bea masuk nol persen kepada importir kedelai, setelah Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia melakukan aksi mogok. Pemerintah juga melakukan operasi pasar dengan cara membanjiri komoditas tersebut.

6. Gas elpiji
2012

Tiba-tiba gas elpiji yang bersubsidi itu menghilang dari pasar. Gas dalam tabung berkapasitas 3 kilogram itu seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Faktanya di lapangan, golongan mampu ikut membeli.

Solusi: Pertamina membanjiri pasar dengan gas kemasan 3 kilogram. Di lain pihak, Kepolisian turun-tangan mengawasi penyaluran dan penjualan agar tidak salah sasaran konsumen.

7. Kelangkaan Gula
2009

Harga gula di sejumlah daerah Indonesia, termasuk Kalimantan, Jawa dan Sulawesi langsung melonjak akibat terjadi kelangkaan. Penyebabnya ada penimbunan dan gangguan cuaca, khusus daerah luar Jawa. Sehingga pengiriman terhambat.

Solusi: Pemerintah memerintahkan Bulog mengisi kelangkaan yang terjadi di sejumlah daerah.

8. Kelangkaan Beras
2011

Sejumlah daerah mengalami kekurangan pasokan beras. Harga pun meningkat sejak di pasar induk, sebelum dikirim ke distributor, pedagang dan rumah tangga.

Solusi: Menteri Perdagangan melakukan operasi pasar.

9. Kelangkaan Bawang
2013

Pasokan bawang, terutama bawang putih, mengalami kelangkaan di pasar. Harga pun melonjak hingga di atas Rp100 ribu per kilogram.

Solusi: Melepas ratusan kontainer bawang impor yang dianggap ilegal oleh Bea dan Cukai lantaran tidak dilengkapi surat-surat sebagaimana mestinya.

POLL

Apakah Anda yakin pemerintahan Presiden SBY bisa mengatasi krisis pangan seperti melonjaknya harga bawang dan daging sapi belakangan ini?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...