Sembilan Pemenang Berbeda dari 12 Balapan, MotoGP 2020 Lebih Ketat dibanding 2016

·Bacaan 3 menit

Keberhasilan Joan Mir memenangi GP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2020), tidak hanya membuatnya kian berpeluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2020.

Podium utama di GP Eropa juga tak hanya membuat Mir memperbesar gap dengan rival terdekat (peringkat kedua) dari 14 menjadi 37 poin.

Tidak juga menjadi momentum bagi Suzuki yang harus menunggu sampai 38 tahun untuk menempatkan dua pembalapnya finis 1-2 di sebuah lomba kelas utama.

Sukses duo pembalap Tim Suzuki Ecstar, Mir dan Alex Rins, finis 1-2 mengulang keberhasilan dua pembalap Tim HB-Suzuki, Randy Mamola dan Virginio Ferrari, naik podium utama kelas 500 cc (era mesin 2-tak) GP Jerman 1982 di atas Suzuki RG500.

Yang harus dicatat pencinta MotoGP musim ini adalah begitu meratanya kekuatan hampir seluruh 20 pembalap yang turun.

Dari 12 balapan yang sudah digelar, termasuk GP Eropa, Mir tercatat sebagai pembalap kesembilan yang mampu memenangi lomba.

Sebelumnya, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) memenangi dua lomba awal, Spanyol dan Andalusia, serta Catalunya. Brad Binder (Red Bull KTM Factry Racing) tercepat di Rep. Ceko. Andrea Dovizioso (Ducati) dan Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3) podium utama di Austria dan Styria.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) terbaik di San Marino dan Teruel. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) tercepat di Emilia Rogamna, Danilo Petrucci (Ducati) di Prancis dan Rins di Aragon.

Sukses Mir menjadi pembalap kesembilan yang mampu memenangi lomba MotoGP menjadikan musim ini mirip dan bahkan lebih ketat daripada 2016.

Baca Juga:

Hasil MotoGP Eropa: Joan Mir Akhirnya Menang! Hasil Warm Up MotoGP Eropa: Mir Bawa Suzuki Teratas

Empat tahun lalu, sembilan pembalap, yakni Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Andrea Iannone, Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, Maverick Viñales, dan Jack Miller berhasil naik podium utama.

Namun, pada 2016, seri MotoGP berlangsung dalam 18 lomba. Saat itu, Dovizioso menjadi pembalap kesembilan berbeda pada lomba ke-17, GP Malaysia. Bandingkan dengan musim ini yang hanya menggelar 14 balapan dan Mir sudah menjadi pembalap kesembilan berbeda di putaran ke-12.

Pada 2016, ada empat pembalap yang baru kali pertama yang naik podium utama MotoGP, yakni Miller, Iannone, Crutchlow, dan Viñales. Musim ini lebih ketat karena sudah ada lima pembalap yang baru perdana menang, yakni Quartararo, Binder, Oliveira, Morbidelli, dan tentu saja Mir.

Melihat terbukanya persaingan, bukan tidak mungkin bakal muncul pemenang ke-10 atau 11 pada dua lomba terakhir MotoGP 2020.

Peraih podium ketiga GP Eropa, Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing), pembalap Australia, Jack Miller (Pramac Racing), dan kebanggan Jepang, Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu), menjadi kandidat pemenang ke-10.

Namun jangan lupakan juga Alex Marquez (Repsol Honda) yang sudah merebut dua podium pada debutnya di MotoGP musim ini, serta Johann Zarco (Esponsorama Racing) dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing) yang mampu sekali merebut posisi podium musim ini.

Sembilan pembalap dari empat pabrikan berbeda – tinggal Honda dan Aprilia yang belum menang musim ini – menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor tahun ini.

Mir sangat berpeluang mengunci gelar juara dunia MotoGP 2020 di GP Valencia, Minggu (15/11/2020) nanti. Menebak siapa pemenang ke-10 di kelas MotoGP jelas hampir mustahil. Meskipun, melihat ketatnya persaingan, hal tersebut (pemenang ke-10) sangat mungkin terjadi.