Sembilan titik panas terdeteksi di Kaltim

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi adanya sembilan titik panas yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga pihak terkait diharapkan segera menindaklanjuti dengan melakukan penanganan.

"Sebanyak sembilan titik panas tersebut terpantau sepanjang Selasa kemarin mulai pukul 08.00 hingga pukul 24.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Kota Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Rabu.

Sebaran sembilan titik panas tersebut telah disampaikan ke instansi terkait, terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Pekan lalu pihaknya juga mendeteksi sebanyak 10 titik panas yang tersebar pada tiga kabupaten dan langsung diinformasikan ke pihak terkait, sehingga titik panas tersebut padam setelah dilakukan penanganan.

Sedangkan sembilan titik panas yang terpantau kemarin berada di titik koordinat berbeda, meskipun ada yang masih dalam kecamatan maupun kabupaten yang sama.

Sembilan titik panas yang terdeteksi kemarin juga berada di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kutai Timur terdeteksi empat titik, Kabupaten Kutai Kartanegara ada dua titik, dan Kabupaten Berau terpantau tiga titik panas.

Rinciannya adalah tiga titik panas yang ada di Berau tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Sambaliung ada satu titik, kemudian Kecamatan Segah terdapat dua titik, semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdeteksi dua titik panas, katanya, berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Loa Kulu satu titik dan Kecamatan Muara Wis satu titik, keduanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

"Untuk Kabupaten Kutai Timur yang terdapat empat titik panas, semuanya berada di Kecamatan Bengalon dan semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah," kata Diyan

Ia juga mengatakan, sebenarnya saat ini sudah masuk musim hujan, tapi memang masih ada beberapa kondisi di Kaltim yang mengalami panas beberapa hari berturut-turut, sehingga diharapkan semua pihak tetap waspada terhadap percikan api yang bisa memicu kebakaran.

"Meski sudah masuk musim hujan, tapi tidak terus menerus terjadi hujan, ada potensi beberapa hari tidak hujan dan panas, jadi saya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan untuk meminimalisir atau menghindari titik panas," katanya.