Sembuh dari COVID-19, Khofifah Lepas Bantuan Bagi Korban Banjir Kalsel

Raden Jihad Akbar, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung tancap gas melaksanakan tugas usai dinyatakan sembuh dari COVID-19. Hari ini, Khofifah melepas bantuan pangan dan logistik yang dikumpulkan ATC untuk korban banjir Kalimantan Selatan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Di lokasi, Khofifah terlihat bugar, sama seperti sebelum terpapar COVID-19. Kepada wartawan, ia mengklaim tidak merasakan keluhan klinis selama terpapar COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri. Ia juga mengaku tetap melaksanakan tugas secara virtual.

"Insya Allah tidak ada waktu yang idle (menganggur) selama isolasi kemarin," ujarnya.

Bantuan ATC yang dilepas Khofifah memuat 1.000 ton pangan dan logistik. Selain dari ATC, dia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim juga sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke korban gempa Sulawesi Barat pada 26 Januari 2021 lalu yang diangkut dengan menggunakan KRI Banda Aceh.

Baca juga: Banjir Bandang di Sumbawa, Satu Warga Meninggal

"Tanggal 29 (bantuan) sudah bergerak ke Mamuju," ucapnya.

Khofifah mengapresiasi ATC yang turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan membantu warga yang tertimpa bencana. Sebab, tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya darurat kepada masyarakat Jawa Timur, tetapi juga yang bersifat produktif jangka panjang berupa sawah mencapai 16 hektare.

Khofifah berharap, bantuan yang sifatnya jangka panjang seperti itu bisa lebih merata ke berbagai daerah di Jatim sehingga kesejahteraan petani di Jatim juga bisa lebih merata.

"Satu hektare yang (bantuan sawah produktif dari ATC) bisa produksi 16 ton. Saya sudah minta Kadis Pertanian bertemu pakar untuk menyiapkan lahan yang bisa menghasilkan padi 14-16 ton," katanya.

Dalam keterangan tertulisnya, ATC tidak hanya memberangkatkan satu kapal memuat bantuan 1.000 ton pangan dan logistik untuk korban banjir Kalsel.

Sebelumnya, relawan ATC juga hadir di lokasi melakukan evakuasi korban bencana, mendirikan dapur umum, mendirikan posko bantuan dan mendistribusikan bantuan pangan.