Sembuh dari PMK, 5 Kebo Bule Keraton Surakarta Diisolasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga hari menjelang kirab pusaka malam 1 Sura, 29 Juli mendatang, Keraton Surakarta memindahkan sejumlah kebo bule dari kandang di Alun-Alun Selatan. Proses evakuasi dilakukan pawang kerbau keturunan Kiai Slamet dan sejumlah abdi dalem.

Pantauan merdeka.com, ada 5 ekor kerbau yang digiring ke lokasi Magangan yang ada di dalam kompleks keraton, berjarak sekitar 500 meter. Butuh kesabaran ekstra untuk memindahkan hewan kesayangan Raja Surakarta tersebut.

Putri PB XIII, Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum mengatakan, ada 5 kebo bule yang dipindahkan. Kerbau tersebut masih dalam proses pemulihan usai terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK).

"Ini proses evakuasi guna isolasi. Kemarin kan kena PMK, nah ini masa pemulihan, jadi kita isolasi dulu di dalam keraton agar penyebarannya tidak terlalu banyak," ujar Putri.

"Jadi ketika itu masa pemulihan, agar tidak parah kita isolasi. Karena yang lainnya baru saja terdampak. Yang lainnya itu baru masa inkubasi. Meskipun sudah divaksin, tapi efeknya kan masih 3 minggu untuk pembentukan imunnya. Makanya kita pisahkan dulu," sambungnya menjelaskan.

Terjangkit PMK Dua Pekan Lalu

Selama di Magangan, lanjut dia, kondisi kebo bule akan dipantau tim dokter. Dokter tersebut berasal dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Solo.

Kanjeng Raden Aryo Riski Ajidiningrat yang juga menantu PB XIII menambahkan, kelima ekor kerbau yang diisolasi tersebut merupakan yang pertama kali terpapar PMK. Mereka sudah melalui fase kritis, sehingga harus dipindahkan ke lokasi yang jauh dari keramaian.

"Ini sudah masa penyembuhan, jadi kita isolasi dulu biar aman. Kerbau ini terjangkitnya dua minggu lalu," jelas Riski.

Lokasi di Magangan dipilih untuk menghindari interaksi langsung dengan pengunjung, seperti di alun-alun selatan yang selalu ramai. Pihaknya belum bisa memastikan apakah kelima kerbau tersebut bisa mengikuti kirab pusaka malam 1 Suro, begitu juga kerbau yang lain.

"Total saat ini ada 18 kerbau, sebagian masih sakit. Kita belum tahu apakah yang sehat nanti bisa ikut dikirab. Kita tunggu hasil rekomendasi dari dinas terkait," pungkas dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel