Semen Baturaja Bukukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Di tengah penurunan sektor perekonomian saat pandemi Covid-19 setahun terakhir, ternyata berbanding terbalik dengan apa yang dialami PT Semen Baturaja Tbk.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menunjukkan kinerja positif saat pandemi Covid-19. Seperti di tahun 2020, pendapatan Semen Baturaja mencapai Rp1,72 triliun.

Bahkan Semen Baturaja pun mampu meningkatkan EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, senilai Rp416 miliar. Jumlah penambahan ini meningkat 2 persen dari tahun 2019.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk Jobi Triananda Hasjim mengucapkan rasa syukur, karena kinerja perusahaan di tahun 2020 menunjukkan hasil memuaskan.

“Di tengah pandemi, kami mampu bertahan dan mengeluarkan kebijakan efisiensi yang cukup maksimal. Sehingga kinerja perusahaan tidak turun,” ucapnya, Kamis (1/4/2021).

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi perekonomian di segala lini di masa pandemi Covid-19.

Terlebih di tahun 2020 menjadi tantangan berat bagi seluruh pelaku industri. Terutama untuk industri semen sendiri, kondisi pasar yang sudah oversupply sejak tahun 2019.

Kondisi pun semakin tertekan dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga secara nasional demand mengalami penurunan hingga 10,7 persen year over year (yoy).

“Jadi memang menghadapi situasi ini, perseroan sigap dengan berbagai inisiatif strategis. Yaitu efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor,” ujarnya Dirut PT Semen Baturaja tersebut.

Penjualan White Clay

Semen Baturaja terapkan protokol kesehatan dalam segala sektor bidang kerjanya, mulai dari produksi hingga penjualan produknya (Dok. Humas Semen Baturaja / Nefri Inge)
Semen Baturaja terapkan protokol kesehatan dalam segala sektor bidang kerjanya, mulai dari produksi hingga penjualan produknya (Dok. Humas Semen Baturaja / Nefri Inge)

Dia melanjutkan, strategi lainnya yang bisa dilakukan perseroan yaitu mendorong upaya peningkatan pendapatan melalui penjualan white clay. Hasilnya, perseroan mampu menekan harga pokok secara signifikan dan juga memaksimalkan pendapatan dan EBITDA.

Sementara untuk Cash From Operation (CFO), perseroan berhasil membukukan Rp393 miliar di akhir tahun 2020.

“Atas pencapaian kinerja yang positif di tahun 2020, manajemen perseroan semakin optimistis kinerja perseroan di 2021," ucapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan jauh lebih baik, seiring adanya upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional dari pemerintah. Yang juga dia mengharapkan, mampu mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur yang menjadi sektor utama penyerap semen.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :