Semen Indonesia Bakal Sebar Dividen Rp 1,12 Triliun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menetapkan membagi dividen untuk tahun buku 2020 sebesar 40 persen dari laba bersih 2020. Perseroan mencetak laba Rp 2,79 triliun sepanjang 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun.

"Rapat umum pemegang saham telah menetapkan pembayaran dividen sebesar 40 persen dari laba bersih, yang InsyaAllah akan dilakukan secara tunai sejak rapat umum disampaikan," kata Direktur Keuangan Semen Indonesia Doddy Sulasmono, Senin (29/3/2021).

Doddy menyebut nilai dividen yang akan dibagikan mencapai Rp1,12 triliun atau Rp 188,3 per lembar saham.

"Jadi memang perlu saya sampaikan bahwa laba ini bisa tercapai karena efisiensi yang kita lakukan. Kami juga optimis dengan tahun 2021 seperti pemerintah juga optimis," ujar dia.

Meski mengalami kenaikan laba, pendapatan perseroan turun 12,87 persen dari Rp 40,36 triliun pada 2019 menjadi Rp 35,17 triliun pada 2020.

Beban pokok pendapatan turun dari Rp 27,65 triliun pada 2019 menjadi Rp 23,55 triliun pada 2020. Perseroan mencatat laba kotor susut 8,62 persen dari Rp 12,71 triliun pada 2019 menjadi Rp 11,61 triliun.

Beban penjualan perseroan turun 9,12 persen dari Rp 3,08 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,80 triliun pada 2020. Penghasilan keuangan turun menjadi Rp 214,07 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 217,82 miliar.

Beban keuangan turun 27,59 persen menjadi Rp 2,32 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,20 triliun.

Beban umum dan administrasi turun 10,60 persen dari Rp 3,53 triliun pada 2019 menjadi Rp 3,16 triliun pada 2020. Laba per saham PT Semen Indonesia Tbk naik menjadi Rp 471 pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 403 per saham.

Penyebab Pendapatan Semen Indonesia Turun pada 2020

Logo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Logo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

Sebelumnya, mengalami penurunan pendapatan pada 2020, PT Semen Indonesia Tbk menegaskan bila terjadi penurunan penjualan di pasar domestik akibat pandemi COVID-19.

"Memang di tahun 2020 turun 12,87 persen. itu disebabkan volumenya turunnya sekitar 8 persen, karena pasar domestik turun. Semua dampak dari pandemi dimana pasar domestik yang merupakan pasar utama kita," kata Direktur Keuangan Semen Indonesia Dodi Sulasmono Diniawan, Senin (29/3/2021).

Senada dengan pernyatan itu, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan, penurunan penjualan dari sisi curah mengalami penurunan cukup tajam.

"Tahun 2020 memang tahun challenging untuk semen karena ada pelemahan demand. Dampak dari covid ini juga membuat realokasi anggaran banyak proyek infrastruktur harus dilakukan penjadwalan ulang, ini yang membuat penurunan demand curah 27,5 persen hampir 30 persen," ujarnya.

Pelemahan yang terjadi membuat emiten berkode SMGR ini mulai mengubah cara penjualan dan melakukan pendekatan dengan konsumen, salah satunya memperbaharui sistem digital.

"Retail juga pelemahan, ini membuat kita mengubah cara pendekatan, memperbarui sistem digital selama pandemi karena memang ada pembatasan. Meski demikian, penjualan semen secara nasional, kita masih di sekitaran 11,8 persen," tuturnya.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI),pendapatan perseroan turun 12,87 persen dari Rp 40,36 triliun pada 2019 menjadi Rp 35,17 triliun pada 2020. Beban pokok pendapatan turun dari Rp 27,65 triliun pada 2019 menjadi Rp 23,55 triliun pada 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini