Semen Indonesia dorong munculnya banyak wirausahawan dari pesantren

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong semakin banyak munculnya wirausahawan baru yang berasal dari pesantren-pesantren di Tanah Air yang diharapkan dapat turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional ke depan.

SIG bersama 32 BUMN lainnya menyelenggarakan kick off Bakti BUMN untuk Santri, yang meliputi Program Magang Santri dan Program Pesantrenpreneur (Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren) di Jawa Timur. Dalam kegiatan ini, SIG bersama PT Pegadaian, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo), serta PT PLN (Persero) bertindak sebagai koordinator Program.

"SIG berupaya membangun masyarakat yang mandiri dengan melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru melalui Program Pesantrenpreneur atau Pendidikan Vokasi Pondok Pesantren," kata General Manager of CSR SIG Edy Saraya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Edy menyampaikan, saat ini SIG juga menerima 20 santri magang di perusahaan. Mereka akan belajar mengenai proses bisnis serta metode kerja selama tiga bulan. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, mereka juga akan mendapatkan sertifikasi magang dari perusahaan.

Indonesia saat ini bergerak semakin maju dan menjadi bangsa yang semakin besar. Pada 2030 diprediksi jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki ribuan pondok pesantren. Para santri dan santriwati diyakini akan turut berkontribusi membawa Indonesia menuju negara Maju dan membangun peradaban bagi negara, serta berani menghadapi tantangan era saat ini dengan perubahan yang sangat cepat.

Para santri dan santriwati diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan disrupsi digital. Salah satu bentuk komitmen BUMN untuk terus berkontribusi terhadap ekonomi nasional dibuktikan dengan wujud Bakti BUMN, melalui inisiasi program magang untuk santri di pesantren.

Program magang santri merupakan kolaborasi antara BUMN bersama sejumlah perguruan tinggi dan pesantren dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM. Langkah tersebut merupakan persiapan bagi generasi muda menghadapi tantangan pembangunan ke depannya termasuk di sektor digital.

Kementerian BUMN juga telah membuka kegiatan Program Pesantrenpreneur tahun 2022. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan berwirausaha agar pondok pesantren menjadi mercusuar peradaban, serta pusat pemberdayaan muslimpreuneur, dengan terwujudnya SDM dari para santri yang berkualitas sebagai penggerak pemberdayaan industri halal di Indonesia dan internasional.

Program Pesantrenpreneur yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN diikuti oleh 78 pengajar yang telah berpartisipasi dalam Program Training of Trainer (ToT) pada Mei 2022 lalu.

Pengajar berasal dari pondok pesantren di Surabaya, Jember dan Kediri, telah dibekali pengetahuan tentang bisnis terapan yaitu pembelajaran tentang teknologi dan rekayasa, teknologi dan informasi, kesehatan, agrobisnis, perikanan dan agroteknologi, bisnis dan manajemen, serta tata rias dan tata boga.

Proses belajar mengajar dalam Program Pesantrenpreneur akan berlangsung satu tahun ke depan dan diharapkan bisa menjadi bekal para santri untuk menjadi wirausahawan atau santripreneur ketika lulus nanti.

Baca juga: Semen Indonesia raih laba bersih Rp829 miliar pada semester I 2022
Baca juga: Menperin: Pesantren berpotensi besar tumbuhkan ekosistem IKM tanah air
Baca juga: Rachmat Gobel sebut santri salah satu kekuatan ekonomi nasional