Semen Padang Pasrah Tak Ikut Liga Champions Asia

 

Semen Padang Pasrah Tak Ikut Liga Champions Asia

INILAH.COM, Jakarta - Batal tampil di ajang Liga Champions Asia (LCA), Semen Padang hanya bisa pasrah. Pasalnya, pembatalan itu karena AFC menilai tidak ada satu pun klub yang layak untuk tampil di ajang tersebut.

"Saya sendiri dari dulu sudah khawatir Indonesia ini memang tidak punya jatah," ujar CEO PT Kabau Sirah Semen Padang Erizal Anwar kepada INILAH.COM, Kamis (18/10/2012).

Erizal mengaku tak pernah memasalahkan siapa pun yang tampil di LCA, bahkan sejak ada polemik tarik menarik Semen Padang (juara IPL) atau Sriwijaya FC (juara ISL) yang berhak tampil di LCA.

Karena Semen Padang berpindah ke ISL, Persebaya 1927 rencananya akan didaftarkan ke LCA. Namun, harapan klub-klub tersebut sirna lantaran AFC tak memberi jatah kepada Indonesia.

Meski begitu Erizal tak mau masalah ini kembali memperuncing perseteruan dualisme liga antara Liga Super Indonesia (ISL) dengan Liga Primer Indonesia (IPL).

“Memang klub-klub di indonesia sendiri belum layak. Saya harap tidak ada tendensi untuk menyalahkan. Saya mohon tidak ada kecenderungan itu, kita sendiri harus mawas diri,” tuturnya bijak.

Saat didesak apakah dirinya kecewa dengan batalnya Semen Padang ikut Liga Champions Asia, Erizal mengaku hanya berharap bisa tampil di ajang yang lebih rendah.

"Kecewa sih pasti, tapi saya juga sudah menyiapkan diri untuk kecewa. Kami juga tetap berlatih untuk mepersiapkan diri bukan hanya menghadapi LCA, tapi kami siap menghadapi kompetisi ISL," katanya. “Tapi nanti mudah-mudahan kami bisa tampil di AFC Cup,” imbuhnya.

Sebelumnya CEO PT Liga Prima Sportindo (LPIS) Widjajanto membantah bahwa pembatalan keikutsertaan Semen Padang itu karena klub berjuluk 'Kabau Sirah' itu hijrah ke Liga Super Indonesia (ISL).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.