Semen Padang serahkan 100 kilogram rendang untuk korban gempa Cianjur

PT Semen Padang turut berpartisipasi memberikan bantuan 100 kilogram rendang untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

"Rendang merupakan masakan siap saji yang tahan lama. Rendang ini akan bermanfaat bagi para korban gempa, dan semoga bantuan rendang ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang dilanda bencana gempa," kata Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Padang Iskandar Z Lubis di Padang, Kamis, usai menyerahkan bantuan rendang kepada BPBD Provinsi Sumbar.

Baca juga: Pemkab Dharmasraya masak satu ton rendang untuk Cianjur

Iskandar mengatakan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang sebelumnya dikirim PT Semen Padang untuk misi kemanusiaan ke lokasi gempa di Cianjur, juga siap membantu Pemprov Sumbar dalam mendistribusikan bantuan rendang tersebut.

"Relawan kami sudah berada di Cianjur sejak hari ketiga setelah gempa. Kami juga sudah koordinasikan dengan para relawan soal pendistribusian rendang untuk korban gempa, dan mereka siap untuk membantu Pemprov Sumbar," ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Umum BPBD Sumbar Ade Irmansyah mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah berpartisipasi mendukung Pemprov Sumbar dalam menggalang bantuan rendang untuk korban gempa Cianjur.

Baca juga: BNPB catat 272 korban meninggal akibat gempa Cianjur di hari keempat

Baca juga: Sumatera Selatan kirim beras dan obat untuk korban gempa di Cianjur

"Saat ini sudah ada 1,2 ton lebih rendang yang telah terkumpul dari berbagai instansi, OPD dan masyarakat. Rencananya, Jumat, 25 November 2022, langsung kami kirim ke Cianjur, dan dalam pendistribusiannya nanti juga dibantu oleh relawan TRC Semen Padang," katanya.

Ade menambahkan Pemprov Sumbar bukan kali pertama mengirim bantuan rendang untuk korban bencana.

"Sebelumnya, kami juga telah mengirim bantuan rendang ke sejumlah lokasi bencana, seperti gempa Sinjai pada awal 2021, bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2021, dan erupsi Gunung Semeru pada akhir 2021," ujarnya.