Semifinal sesama Manchester di Piala Liga Inggris

·Bacaan 3 menit

London (AFP) - Manchester United akan menghadapi rival sekota Manchester City di semifinal Piala Liga setelah kemenangan dramatis 2-0 di Everton, sementara Tottenham bergabung dengan mereka di empat besar setelah mengalahkan Stoke pada Rabu.

United mendominasi perempat final itu hampir sepanjang pertandingan di Goodison Park, tetapi butuh waktu hingga menit ke-88 sebelum Edinson Cavani memecah kebuntuan.

Gol keempat mantan striker Paris Saint-Germain itu untuk United sejak bergabung dengan status bebas transfer pada Oktober lalu.

Anthony Martial menyumbang gol kedua United di menit akhir.

"Penyelesaian Cavani tidak buruk! Dia adalah seorang striker berkualitas. Kami tahu ketika kami bertahan dengan baik, kami memiliki pemain yang bisa memenangkan pertandingan," kata manajer United Ole Gunnar Solskjaer.

"Semangat di kamp bagus dan akan memberi kami dorongan untuk memasuki periode Natal."

Setelah masa-masa sulit yang menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Solskjaer setelah tersingkir dari Liga Champions, United berhasil memulihkan rasa percaya diri mereka.

Mereka berada di urutan ketiga di Liga Premier dan telah memenangkan tiga pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

United terakhir kali mengangkat trofi juara ketika mereka memenangkan Liga Europa pada 2017.

Solskjaer, yang pernah memenangkan sembilan trofi utama sebagai pemain bersama United, mulai melatih di Old Trafford pada 2018 dan timnya kalah di tiga semifinal musim lalu.

Dia sekarang memiliki peluang untuk menjadi lebih baik musim ini setelah United akan berhadapan dengan juara bertahan City di empat besar.

United dikalahkan oleh City pada babak yang sama dalam kompetisi musim lalu dan Solskjaer berkata: "Kami berada di semifinal, jadi kami selangkah lagi.

"Akan menjadi pertandingan terburuk jika kalah di semifinal. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memenangi pertandingan itu dalam kondisi yang baik."

Sementara itu Tottenham dan klub divisi kedua Brentford akan bertemu di semifinal lainnya, dengan pertandingan yang akan dimainkan dalam satu leg dalam seminggu mulai 4 Januari.

Harry Maguire dan Bruno Fernandes adalah satu-satunya pemain United yang mempertahankan setelah kemenangan telak 6-2 atas Leeds pada akhir pekan, dan Paul Pogba kembali ke starting line-up.

Dengan hanya dua menit tersisa sebelum adu penalti, Martial memberikan umpan kepada Cavani, yang melepaskan tembakan luar biasa melewati kiper Everton Robin Olsen dari tepi area penalti.

Martial kemudian mencetak gol kedua pada menit-menit terakhir.

Gol Cavani lahir setelah dia menepiskan tangan ke wajah Yerry Mina di awal pertandingan, tetapi tidak ada rekaman VAR sehingga ia lolos dari hukuman.

Manajer Everton Carlo Ancelotti mengatakan: "Aturannya adalah bahwa VAR tidak ada dalam pertandingan ini, jika wasit memutuskan bahwa Cavani tidak melakukan kesalahan, kami harus menerimanya. Titik."

Sementara itu pelatih Jose Mourinho mengatakan bahwa gelandang Tottenham Dele Alli menciptakan "masalah" bagi timnya sendiri saat mereka menang 3-1 atas Stoke.

Penyerang asal Wales, Gareth Bale, memanfaatkan awal yang baik untuk membawa keunggulan tim Mourinho di Stadion Bet365.

Tapi Alli dipersalahkan ketika bola berhasil dicegat lawan yang berhasil menyamakan bagi Stoke melalui gol Jordan Thompson.

Kesalahan Alli berikutnya membuat marah Mourinho, yang menegur sang bintang sebelum menggantikannya beberapa menit kemudian.

Ben Davies membawa Tottenham kembali unggul dengan gol pertamanya sejak 2017 sebelum kapten Inggris Harry Kane memastikan tempat bagi Spurs di semifinal.

Meski menang, namun yang menjadi sorotan adala penampilan Alli yang buruk dan pemain nasional Inggris itu dianggap mencapai titik terendah sejak 26 November.

"Ya, bagi saya pemain yang bermain di posisi itu adalah pemain yang harus terhubung dan berkreasi dan tidak menciptakan masalah bagi timnya sendiri," kata Mourinho, yang telah lama mengasingkan Alli musim ini di tengah pembicaraan tentang kepindahan ke Paris Saint Germain.

"Dalam situasi itu, serangan balik mungkin akan berakhir dengan sebuah gol, dan itu diakhiri dengan serangan balik dari pemain bertahan kami. Jadi ya, saya kecewa."