Sempat Atheis Dena Rachman Akui Kini Menganut Kristen

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Transgender Dena Rachman butuh proses yang panjang untuk memutuskan agama yang ia anut untuk menjadi pegangan hidupnya. Dena Rachman mengaku sempat jadi Atheis karena tidak percaya dengan Tuhan.

Ada banyak hal yang membuat perjalanan spiritualnya penuh liku. Diakui Dena Rachman, ia merupakan sosok yang sangat menggemari science hingga senang belajar dan mencari tahu hal baru. Bahkan, bukan hanya sekadar menyukai, untuk urusan agama, Dena Rachman juga sempat mempelajari keyakinan agama yang belum pernah dia pelajari sebelumnya.

"Gue sangat menggemari science, gue suka belajar akhirnya gue cari tahu dari sisi science karena gue di agama benar-benar tidak, kamu tidak disambut, kamu tidak diterima, kamu salah, kamu penuh dosa, dan kamu akan masuk neraka."

Bicara pengalamannya dan merasa tidak diterima, Dena Rachman akhirnya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Termasuk ketika dia ingin meraih sukses. Dena hanya berusaha menunjukkan pada semua orang dia bisa membuktikan bisa meraih apa yang diinginkan.

"Gue cuma mengandalkan diri gue doang, gue benar-benar gak ngerasain, aku gak percaya saat itu (pada Tuhan)," katanya lewat Channel YouTube Daniel Mananta.

Bukan sekadar jauh dari Tuhan, Dena Rachman juga mengaku saat itu hidupnya hanya penuh dengan rasa sakit yang terus-menerus. "Justru yang gue rasa sakit yang terus-menerus, pergumulan yang tak kunjung akhir, kegagalan demi kegagalan. Makanya gue berusaha di karier gue aja."

Bersyukur Dena Rachman memiliki keluarga yang berpikiran terbuka. Keluarga sangat mengerti perjalanan hidupnya, juga asal usulnya. "Dan (mengerti) kenapa gue memilih pilihan gue apapun itu termasuk atheis," katanya.

Dena Rachman pun mengakui, kini dia menjadi penganut agama Kristen. bahkan Dena Rachman bercerita awal proses hingga dia benar-benar yakin Kristen adalah agama yang tepat untuk dianutnya.

"Awalnya mereka (orangtua) syok siy, mereka lebih gampang waktu memutuskan untuk gw ganti gender. Tapi akhirnya keluarga dukung aku, dia tahu di mana kedudukan aku, ya udah lu pelajari yang benar, apalagi mereka lihat gue sekarang penuh kedamaian dan sukacita."

Dena pun mengaku, dalam memutuskan memilih Kristen sebagai agamanya., semua berawal dari rasa penasaran. "Dan orang yang suka belajar, gue suka baca buku agama, baca buku agama Kristen, gue gak pernah ikut masuk kelasnya tapi gue suka baca bukunya. Gue nyari-nyari bagaimana pun juga manusia lost kalau gak ada pegangan."

Hingga akhirnya Dena Rachman pergi ke Los Angeles untuk berlibur. Saat itu bertepatan dengan momen Natal. "Waktu itu Natal gue iseng cuma kaya jalan jalan dan baca brosur isinya: 'Kita buka untuk semua orang, termasuk dengan semua warna kulit, semua gender, semua'".

Dena Rachman yang saat itu penuh kegalauan dan terombang ambing merasa di terima hingga akhirnya Dena mengunjungi gereja-gereja. Semua gereja yang dia datangi memiliki pemahaman yang sama. "Gue datang energinya luar bisa, khotbahnya tepat, akhirnya gue mau lagi datang mau lagi datang terus gue pulang tanya ke sahabat gue. kalau ke gereja kemana?"

Pertama kali datang ke gereja Dena Rachman menangis. Ada tulisan yang membuatnya tersentuh dan langsung menangis, "'Ketidakberdayaan adalah suatu situasi, tidak adanya harapan adalah suatu keputusan'. Itu gue lagi hopeless banget, gue ngerasa gak punya harapan, gue jadi tiba-tiba (punya pemikiran), kamu sebenarnya masih bisa memiliki harapan, gue langsung nangis, ini kayak dikasih energi dan tiba tiba punya hope lagi, tiba tiba mau usaha lagi, mengikuti Yesus dan apa yang Dia telah lakukan dan apa yang Dia benar benar lakukan kayak suatu harapan baru," kata Dena Rachman.