Sempat Berpindah-pindah, Pelaku Pelecehan di Banda Aceh Akhirnya Diringkus

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pemuda warga Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, berinisial NS (29) ditahan di sel Polresta Banda Aceh, karena diduga melakukan pelecehan terhadap anak berusia lima tahun.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha, mengatakan aksi bejat NS itu dilakukannya pada Januari 2022. Korban dan pelaku merupakan tetangga yang tinggal di satu kawasan di Banda Aceh.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan usai keluarga korban membuat laporan ke polisi. Ryan menyebut, polsi menerima laporan itu pada Februari 2022.

"Tapi pelaku kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Sehingga kami perlu melakukan penyelidikan lebih mendetail," kata Ryan, Senin (11/7).

Ryan menjelaskan awalnya korban tengah bermain di rumahnya, sebelum beberapa saat kemudian NS menghampiri dan mengajak korban ke kamarnya.

Di kamar itu, pelaku mencabuli korban dengan mengancam bocah lima tahun tersebut supaya tidak memberitahu kepada siapa pun.

Usai mengalami pelecehan seksual, selang beberapa hari kemudian, korban mengeluh ke orang tuanya mengalami sakit di bagian kelamin. Orang tuanya lantas membawa ke dokter. Hasil pemeriksaan medis diketahui kelamin korban mengalami luka dan bernanah.

Orang tua korban menggali informasi kepada anaknya tersebut, hingga sang anak buka suara telah mengalami pelecehan seksual oleh NS. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpa anak mereka itu ke polisi.

Keberadaan pelaku tercium polisi pada Jumat (8/7) lalu. Ia tengah berada di rumahnya di Dewantara, Aceh Utara. Dibantu tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Utara, NS berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

"Pelaku kini sudah kami amankan di Polresta Banda Aceh," ujar Ryan.

Pemuda tersebut dijerat Pasal 50 Jo pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel