Sempat Dihina dan Dicibir, Anak Tukang Pijat Ini Lulus jadi Taruna Akmil

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Latar belakang ekonomi tidak menjadi penentu masa depan seseorang, karena justru banyak orang yang sukses dalam hidupnya bahkan ia berasal dari keluarga yang sederhana. Tentu saja, usaha, doa, dan dukungan dari orang terdekat lah yang menentukan.

Seperti kisah M David Fatono, seorang taruna Akmil 2021 ini. Lahir dari keluarga sederhana membuatnya pantang menyerah untuk mencapai cita-cita menjadi tentara.

Berbagai rintangan pun dilaluinya, termasuk cibiran dan hinaan dari orang lain. Seperti apa ceritanya? Berikut ulasannya, dilansir dari Merdeka.com, Kamis (30/9/2021).

TERKAIT: Sosok Tentara AS Perempuan Ini Ternyata Jago Bahasa Indonesia

TERKAIT: Kisah Pemuda Surabaya Jadi Tentara Angkatan Laut Amerika Serikat Digaji Ratusan Juta

TERKAIT: Emma Anita, Atlet Lari Nasional yang Ubah Haluan Jadi Tentara

Dihina dan Dicibir

M David Fatono merupakan simbol dari kekuatan doa dan usaha. Ia berhasil membalikkan keadaan dan nasib. Namun, memiliki cita-cita setinggi langit justru membuatnya mendapat cibiran.

"Ada seseorang yang mencibir dan menghina saya ketika saya ingin menjadi seorang taruna, mungkin dikarenakan kondisi ekonomi saya yang kurang ya sederhana dan saya dari kalangan yang biasa saja," terangnya.

Kendati demikian, cibiran itu tak membuatnya putus asa. Pedihnya hinaan justru diubahnya menjadi api pembakar semangat untuk menggapai asa.

"Tapi semangat saya tetap ada untuk menjadi seorang taruna. Cibiran dan cemoohan dari orang itu saya gunakan sebagai motivasi untuk memperkuat usaha saya untuk menjadi seorang taruna," katanya.

Ayahnya Seorang Tukang Pijat

Foto: tniad.mil.id ©2021 Merdeka.com
Foto: tniad.mil.id ©2021 Merdeka.com

Cibiran itu tak lain datang dari latar belakang ekonomi keluarga David. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ayah David bekerja sebagai tukang pijat.

Sejak kecil, David dan keluarga pun sempat tinggal di sebuah gubuk di tengah sawah. Kandang ayam dan lumpur telah biasa menjadi pemandangan sehari-hari.

"Bapak saya ini seorang tukang pijit. Rumah saya dulu tempatnya kecil, kumuh, di tengah sawah, dan depan belakang rumah saya itu kandang ayam. Jika banjir itu rumah saya becek dan berlumpur," ceritanya.

Meski hidup dalam kesederhanaan, ayah David tak mau berpangku tangan. Keluarga David selalu bekerja keras dan mampu menabung hingga kini memiliki hunian yang layak.

"Tapi alhamdulillah berkat usaha dan perjuangan orangtua saya menabung selama sekitar 7 tahun, alhamdulillah saya sampai memiliki rumah yang layak," lanjutnya.

Lulus jadi Taruna Akmil

Foto: tniad.mil.id ©2021 Merdeka.com
Foto: tniad.mil.id ©2021 Merdeka.com

Soal bekerja keras, hal itu seolah diturunkan pula kepada sang putra. David juga terus bekerja keras demi mencapai cita-citanya untuk menjadi seorang taruna.

Kini, ia berhasil membuktikan. David mampu meraih asa meski pernah mendapatkan cibiran.

"Alhamdulillah saya bisa lulus dengan perjuangan teman-teman, orangtua, para sahabat, dan para guru yang selalu memotivasi dan memberi doa terbaik bagi saya," ungkapnya.

Meski kini perlahan kehidupannya mulai berubah, dukungan tanpa henti dari orang-orang di sekitarnya bakal terus ia ingat.

"Saya ingat itu, dan saya bersyukur berada di circle mereka yang dikatakan orang baik semua," jelasnya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel