Sempat Dikubur Massal, 104 Korban ISIS Dibawa Pulang ke Desa Irak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Baghdad - Komunitas Yazidi di Irak membawa pulang 104 anggota keluarga mereka yang dibantai ISIS dan dikubur massal. Mereka adalah korban kekejaman ISIS ketika berkuasa pada 2014.

Dilaporkan BBC, Minggu (7/2/2021), jenazah para korban itu dikeluarkan dari kuburan massal dan diidentifikasi. Kemudian, mereka dibawa pulang ke desa Kocho dekat Gunung Sinjar, provinsi Ninevah.

Semua dari korban merupakan laki-laki yang dibunuh pada Agustus 2014. Warga desa tampak berjejer di tepi jalan untuk mengiringi prosesi pemakaman.

Setiap peti mati korban dilengkapi dengan foto dari pria yang nyawanya direnggut ISIS. Upacara pemakaman juga sempat digelar di memorial Prajurit Tak Bernama di Baghdad sebelum jenazah dibawa pulang ke desa mereka.

Sebanyak ribuan orang warga Yazidi dibunuh oleh ISIS, sementara korban perempuan dan anak diperbudak dan diperkosa. PBB telah berkata ISIS melakukan genosida kepada komunitas Yazidi.

Langkah Pertama

Kelompok Yazidi Irak membawa obor parafin di luar kuil Lalish saat perayaan Tahun Baru Yazidi di lembah dekat Dohuk, Irak (17/4). Agama Yazidi sekilas seperti perpaduan antara Islam, Kristen dan Zoroaster. (AFP/Safin Hamed)
Kelompok Yazidi Irak membawa obor parafin di luar kuil Lalish saat perayaan Tahun Baru Yazidi di lembah dekat Dohuk, Irak (17/4). Agama Yazidi sekilas seperti perpaduan antara Islam, Kristen dan Zoroaster. (AFP/Safin Hamed)

Aktivis HAM Yazidi, Mirza Dinnayi, menyebut proses penguburan ini adalah langkah pertama dalam memperoleh keadilan.

"Ini adalah langkah pertama dalam menghormati jenazah-jenazah para krban dan itu juga menjadi sebuah langkah keadian transisional bahwa korban-korban lain, wnaita, dan anak-anak yang selamat dari genosida akan dikompensasi," ujr Mirza.

Yazidi adalah penganut agama yang menerapkn ajaran zoroaster. Mereka dianggap sesat oleh grup ISIS.

Sebelum ISIS berkuasa, ada sekiranya 440 ribu warga Yazidi yang hidup di Irak. Kini, 360 ribu dari mereka telah lari dan mengungsi di tempat lain.

PBB Minta Anak Anggota ISIS Dipulangkan ke Negara Masing-masing

Perempuan dan anak-anak keluarga militan ISIS menunggu untuk meninggalkan kamp penampungan al-Hol di Provinsi Hasakeh, Suriah, Senin (3/6/2019). Otoritas Kurdi yang mengelola kamp tersebut membebaskan sekitar 800 perempuan dan anak-anak keluarga militan ISIS. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Perempuan dan anak-anak keluarga militan ISIS menunggu untuk meninggalkan kamp penampungan al-Hol di Provinsi Hasakeh, Suriah, Senin (3/6/2019). Otoritas Kurdi yang mengelola kamp tersebut membebaskan sekitar 800 perempuan dan anak-anak keluarga militan ISIS. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)

Sementara, PBB masih mengurus proses pemulangan atau repatriasi anak-anak para anggota ISIS yang terhambat, sebab negara-negara anggota PBB meragukan dengan alasan keamanan.

Namun, pihak PBB menilai bahwa alasan tersebut tidak berdasar.

Kepala Kontraterorisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vladimir Voronkov mengumumkan bahwa pihaknya mendesak negara-negara anggotanya untuk merepatriasi atau memulangkan sekitar 27.000 anak yang terdampar di sebuah kamp besar di timur laut Suriah. Demikian seperti mengutip laman DW Indonesia, Minggu (31/1/2021).

Al Hol, kamp pengungsi terbesar di Suriah tersebut menampung hampir 62.000 jiwa, menurut pejabat kemanusiaan PBB.

Lebih dari 80 persen penghuninya adalah perempuan dan anak-anak. Banyak dari mereka datang ke kamp itu setelah kelompok militan ISIS kehilangan benteng pertahanan terakhirnya di Suriah pada 2019.

Voronkov mengatakan bahwa situasi di kamp itu "mengerikan" dan merupakan "salah satu masalah paling mendesak di dunia saat ini."

Sekitar 27.000 anak-anak yang tinggal di sana "terlantar, dibiarkan tergantung takdir."

Mereka rentan didekati oleh simpatisan ISIS, "dan berisiko mengalami radikalisasi di dalam kamp," ujar Voronkov dalam pertemuan informal Dewan Keamanan PBB.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini,