Sempat Ditolak, Ini Kronologi Polwan Laporkan Dugaan Perselingkuhan Pejabat OKI

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang polisi wanita, Briptu SC (26) melaporkan suaminya, DMK (31), atas dugaan tindak pidana penipuan dan perzinahan ke Polda Sumatera Selatan. DMK yang merupakan pejabat di Ogan Komering Ilir (OKI) dituduh telah melakukan perselingkuhan dengan stafnya sendiri, WAG.

Kuasa hukum SC, Titis Rachmawati mengungkapkan, laporan tersebut disampaikan SC langsung pada 25 April 2022. SC sudah bulat memperkarakan suaminya itu karena merasa tertipu menikah dengannya.

"Laporan disampaikan dan diterima pada 25 April kemarin," ungkap Titis, Rabu (11/5).

Sebelum diterima, laporan SC sempat ditolak polisi dengan alasan tak memiliki bukti kuat dan pasal yang disangkakan. Laporan tersebut disampaikan SC pada 21 April 2022.

Ketika itu Titis menganggap polisi mempersulit laporan meski SC juga berdinas di Polda Sumsel.

"Kita dipersulit, mereka berdebat di pasal, kami disuruh berkoordinasi ke jaksa. Bahkan dia meminta kepada bawahannya jangan menerima laporan kalau tak ada dia," kata Titis.

"Saya heran ini (Polda Sumsel) rumah klien saya, masa untuk laporan tidak diterima, ini Polwan loh masa kalian tolak kata saya waktu itu," sambungnya.

Dalam keadaan yang sulit, SC akhirnya dibantu seorang rekannya yang juga seorang Polwan sehingga laporan diterima pada laporan kedua empat hari kemudian. SC diminta melengkapi bukti lengkap dan melapor jika polwan itu sedang piket.

"Sebelumnya kita diminta bukti lengkap, kami melapor saat polwan itu piket," ujarnya.

Dikatakan, hingga saat ini kliennya belum dipanggil penyidik untuk pemeriksaan lantaran kondisi SC masih shock. Terlebih, SC kini mengandung janin empat bulan dari pernikahannya dengan terlapor.

"Klien saya berharap suaminya diberhentikan secara kedinasan dan dihukum sesuai aturan," tegasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel