Sempat Galau, IHSG Akhir Ditutup Melemah ke 4.545,95

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu pekan ini. Selama perdagangan, IHSG sempat empat kali masuk ke zona hijau. Sayangnya hal itu tak mampu bertahan hingga penutupan

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (20/5/2020), IHSG ditutup turun 2,7 poin atau 0,06 persen ke posisi 4.545,95. Sementara itu, indeks saham LQ45 justru menguat 0,16 persen ke posisi 672,13.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.561,55 dan terendah 4.521,47.

Sebanyak 212 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 161 saham menguat dan 174 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 468.981 kali dengan volume perdagangan 21,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,4 triliun.

Investor asing beli saham Rp 45,36 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.694.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tujuh sektor melemah diantaranya sektor barang konsumsi turun 2,59 persen. Kemudian sektor konstruksi yang melemah 1,96 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 1,82 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 2,23 persen. Kemudian disusul sektor industri dasar naik 1,34 persen dan sektor aneka industri menguat 0,39 persen.

 

Pergerakan Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang melemah antara lain BSSR yang turun 6,98 persen ke Rp 1.200 per lembar saham, TAMU melemah 6,98 persen ke Rp 80 per lembar saham dan MICE turun 6,96 persen ke Rp 294 per lembar.

Saham yang menguat diantaranya XASG yang naik 34,69 persen ke Rp 66 per saham, PANR naik 34,62 persen ke Rp 105 per saham dan XSSI naik 33,82 persen ke Rp 91 per saham.