Sempat Ganti Lirik, Simak 4 Fakta Lagu Ibu Kita Kartini

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setiap tahun, Indonesia memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April. Di momen ini, Indonesia mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang berjasa mewujudkan kesetaraan perempuan di Indonesia, sehingga perempuan di Tanah Air pada saat itu bisa bersekolah seperti kaum pria.

Tanggal 22 April dipilih lantaran tanggal tersebut tepat hari kelahiran Kartini di Jepara, tahun 1879. Presiden Soekarno lewat Kepres RI Nomor 198 Tahun 1964 menetapkan R.A Kartini sebagai pahlawan Indonesia.

Dalam setiap peringatan Hari Kartini, sekolah-sekolah biasanya mengajarkan dan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini untuk mengenang jasa-jasanya. Namun, lagu ini juga menjadi salah satu lagu wajib yang dinyanyikan pada saat pelaksanaan upacara setiap hari Senin.

Kerap kali dinyanyikan, lagu Ibu Kita Kartini ini ternyata pernah mengalami perubahan lirik. Lantas, apa saja fakta-fakta di baliknya? Simak pembahasan berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Kongres Wanita Indonesia

Ilustrasi Kartini. Sumber foto: Shutterstock.
Ilustrasi Kartini. Sumber foto: Shutterstock.

Lagu Ibu Kita Kartini dan Kongrest Wanita Indonesia seakan tidak bisa dipisahkan dalam sejarah. Pasalnya, kongres yang dilaksanakan pada 22 Desember 1929 inilah yang menjadi awal sejarah diciptakannya lagu tersebut.

2. WR Supratman

Nama WR Supratman memang sudah tidak asing lagi. Ya, dialah pencipta lagu Ibu Kita Kartini. Dia juga turut hadir dalam kongres tersebut karena rasa penasarannya mempelajari sosok Kartini. Dia kemudian menciptakan lagu Ibu Kita Kartini demi mengenang jasa-jasanya semasa hidup.

3. Raden Ajeng Kartini

Sebenarnya, lagu Ibu Kita Kartini bukan judul asli dari lagu tersebut. Lagu tersebut mulanya berjudul Raden Ajeng Kartini.

4. Perubahan Lirik

Lagu Ibu Kita Kartini juga sempat mengalami perubahan lirik. Berikut lirik asli yang ditulis WR Supratman sebelum ada perubahan.

"Raden Ajeng Kartini pendekar istri/Pendekar kaum ibu Tanah Airku/Raden Ajeng Kartini penyuluh budi/Penyuluh bangsanya karena cita-citanya."

Meskipun begitu, para sejarahwan belum mengetahui kapan lagu tersebut mengalami perubahan judul dan juga lirik.

#elevate women