Sempat Kabur, 4 dari 6 Tahanan Palestina Ditangkap Kembali oleh Israel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jerusalem - Setelah sempat melarikan diri, empat dari enam narapidana Palestina yang melarikan diri dari penjara keamanan tinggi telah ditangkap kembali pada awal pekan ini, ujar polisi Israel.

Polisi mengatakan bahwa 2 dari mereka ditemukan di tempat parkir pada hari Sabtu 11 September 2021 dini hari waktu setempat.

Sementara itu, dua orang lainnya ditangkap di dekat kota Nazareth pada hari Jumat.

Melansir dari laman BBC, Minggu (12/9/2021), pemburuan terhadap enam narapidana yang kabur diumumkan pada hari Senin setelah mereka melarikan diri dari penjara Gilboa di Israel utara, yang adalah pembobolan penjara oleh orang Palestina pertama dalam 20 tahun.

Insiden itu terjadi setelah rangkaian "kekeliruan" oleh para pejabat, sebagaimana disebut dalam media Israel.

Pada saat itu, Kelompok militan Palestina memuji pelarian itu sebagai tindakan heroik.

Para buronan tersebut diyakini telah menggali lubang di lantai sel yang mereka selama berbulan-bulan . Lubang mengarah ke rongga di bawah penjara yang dibuat ketika timbunan ditenggelamkan ke tanah selama konstruksinya.

Mereka diperkirakan harus merangkak melalui ruang tersebut untuk mencapai dinding luar penjaera, kemudian menggali terowongan yang timbul di tengah jalanan lumpur yang berada tepat di bawah menara kawal.

Rekaman CCTV menangkap mereka meninggalkan terowongan sekitar pukul 01.30 pada hari Senin. Namun, alarm baru berbunti pukul 04.00, setelah penduduk setempat melaporkan telah melihat sosok mencurigakan di ladang dekat penjara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kegagalan Keamanan Penjara

Petugas polisi dan penjaga penjara memeriksa lokasi pelarian penjara di luar penjara Gilboa di Israel utara, Senin (6/9/2021). (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Petugas polisi dan penjaga penjara memeriksa lokasi pelarian penjara di luar penjara Gilboa di Israel utara, Senin (6/9/2021). (AP Photo/Sebastian Scheiner)

Media Israel menyalahkan insiden tersebut pada sejumlah kegagalan keamanan penjara.

Hal itu termasuk publikasi blueprint penjara di situs arsitek yang terlibat dalam pembangunannya, penempatan 6 tahanan dari kota Jenin di Tepi Barat di sel yang sama, termasuk 3 orang yang dianggap beresiko tinggi untuk melarikan diri, dan keputusan untuk tidak menyalakan jamming device yang akan menghentikan mereka penggunakan ponsel seludupan untuk berkomunikasi dengan orang di luar penjara.

Ada pun laporan yang belum dikonfirmasi menyebutkan bahwa penjaga yang ditempatkan di menara pengawas di sebelah pintu keluar terowongan tertidur selama pelarian tersebut.

Salah satu yang tertangkap adalah Zakaria Zubeidi, seorang mantan komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa di Jenin. Ia ditangkap oleh Israel pada 2019 karena dicurigai terlibat dalam sejulah serangan penembakan dan diadili.

Lima orang lainnya, Mahmoud Ardah, Mohammed Ardah, Iham Kamamji, Yaqoub Qadri and Munadil Infaat, merupakan anggota kelompok militan Jihad Islam. 4 dari mereka menjalani hukuman seumur hidup setelah diyakini telah merencanakan atau melakukan serangan yang menewaskan warga Israel.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel