Sempat Koma Akibat COVID-19, Perawat Monica Dibantu Obat Kuat Viagra untuk Pulih

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang perawat di Inggris, Monica Almeida yang telah menerima vaksinasi dosis lengkap dirawat selama 28 hari dalam keadaan koma setelah terinfeksi COVID-19. Namun, bantuan obat kuat Viagra ternyata dapat membantunya untuk pulih.

Wanita 37 tahun tersebut memiliki penyakit asma dan dinyatakan positif pada Minggu, 31 Oktober 2021. Empat hari setelahnya, ia pun kehilangan indra perasa dan penciumannya.

Monica juga mengalami batuk darah dan penurunan kadar oksigen. Namun, ia memutuskan untuk melakukan rawat jalan dan keluar dari rumah sakit Greater Lincolnshire.

Kondisi pun memburuk dan dirinya kembali dibawa ke Lincoln County Hospital, rumah sakit tempat ia memulai kariernya. Kondisi ibu dua anak tersebut kritis dan akhirnya kembali dirawat dalam keadaan koma pada Selasa, 9 November 2021.

Sebelum koma, Monica sempat menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa ia bersedia apabila harus menerima obat-obatan eksperimental untuk penyembuhannya. Alhasil, wanita ini pun diberikan obat kuat Viagra setelah seminggu koma.

"Viagra yang menyelamatkan saya. Dalam 48 jam, itu membuka gelombang udara dan paru-paru saya mulai merespons," ujar Monica dikutip New York Times, Rabu (5/1/2022).

"Jika Anda berpikir bagaimana obat itu bekerja, Viagra memerluas pembuluh darah. Saya memiliki asma dan kantung udara saya membutuhkan sedikit bantuan," dia menambahkan.

Akhirnya, pada malam Natal, Monica sudah diperbolehkan untuk pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Meskipun dirinya masih membutuhkan pemulihan secara total yang diperkirakan bisa memakan waktu beberapa bulan ke depan.

"Secara mental saya sekarang sudah lebih baik, kadang sedikit berkaca-kaca dan frustasi. Secara fisik, sangat lemah dan rapuh, tapi saya bertekad untuk pulih," katanya.

Bercanda soal Viagra

Usai terbangun dari koma, Monica mengaku sempat bercanda dengan salah satu staf medis di sana. Ia memberitahu Monica bahwa ia telah mengonsumsi Viagra dalam dosis besar.

"Dia bilang itu Viagra, saya tertawa dan mengira dia bercanda. Tapi ia berkata itu sungguhan dan saya telah minum Viagra dalam dosis besar. Itu adalah keajaiban kecilku saat Natal," ujar Monica.

Berdasarkan keterangan, Viagra memang dapat diberikan kepada pasien di Inggris jika mereka telah setuju untuk mengambil bagian dalam penelitian mencoba obat eksperimental untuk COVID-19.

Para ilmuwan pun sedang meneliti apakah obat kuat satu ini bisa digunakan dengan cara dihirup atau tidak, yang mana dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

Infografis

INFOGRAFIS: Deretan Kandidat Obat Covid-19
INFOGRAFIS: Deretan Kandidat Obat Covid-19
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel