Sempat Kritis, Istri TNI Korban Penembakan OTK Dirujuk ke RS Kariadi Semarang

Merdeka.com - Merdeka.com - Rini Wulandari (34), istri anggota TNI yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang karena butuh perawatan intensif. Rini sebelumnya dirawat di RS Hermina usai operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di perutnya.

Korban dirujuk pada Jumat 22 Juli 2022 malam menggunakan ambulans. Pemindahan perawatan mendapat pengawalan ketat langsung dari pihak TNI.

"Korban sudah dipindah ke RSUP Kariadi Semarang kemarin malam pukul 19.00 wib karena agak kritis," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Semarang, Sabtu (23/7).

Terpisah, Kasubag Humas RSUP Dr Kariadi Semarang Parna membenarkan memang ada pemindahan pasien yang merupakan Rina Wulandari, istri Kopda Muslimin tersebut.

"Iya benar kemarin ada, tetapi kami belum bisa menjelaskan data dan di mana ruang dirawatnya," kata Parna saat dikonfirmasi.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dari dokter yang merawat karena terkait perawatan pasien. "Nanti saya izin ke keluarganya dulu, karena kaitannya perawatan pasien. Termasuk komunikasi dengan tim dokter yang merawat," kata Parna.

Suami Menghilang

Diberitakan sebelumnya, Anggota Arhanud Kopda Muslimin menghilang pasca kejadian istrinya menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal usai menjemput anaknya pulang sekolah pada Senin 18 Juli 2022.

Kodam IV Diponegoro memerintahkan Polisi Militer memburu Kopda M yang menghilang sepekan pasca penembakan yang terjadi pada istrinya di Jalan Cemara, Banyumanik Semarang. Berdasarkan penyelidikan satuan Yon Arhanudse, Kopda M juga tidak pernah mengikuti apel pasukan selama berhari-hari.

"Polisi militer sedang mencari suami korban. Kalau bahasa umumnya kan bolos tugas. Jadi kita yang berada di satuan militer menyebutnya tidak hadir tanpa izin (THTI). Kita coba cek saat apel pagi di Arhanudse, dia juga tidak pernah datang," kata Kapendam IV Diponegoro, Lekol Inf Bambang Hermanto, Jumat (22/7).

Dia menyebut saat dilakukan pemanggilan untuk kebutuhan pemeriksaan saksi kasus penembakan yang menimpa istrinya, Kopda M juga tidak pernah datang. Tindakan yang dilakukan Kopda M termasuk kategori pelanggaran militer.

"Kita panggil untuk jalani pemeriksaan yang bersangkutan juga tidak pernah hadir. Sehingga dalam ranah hukum statusnya masuk pelanggaran militer," ujarnya.

Sedangkan soal kasus pelanggaran militer, pihak Kodam secara resmi melimpahkan perkaranya kepada penyidik Pengadilan Militer Semarang.

"Kasus pelanggarannya sekarang dilimpahkan ke pihak pengadilan militer. Jadwal sidangnya dilakukan dalam waktu dekat dan masih disusun," jelasnya. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel