Sempat Mengelak, Pelaku Mutilasi di Bekasi Minta Disumpah Alquran

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku mutilasi bernama Ecky (34) sempat tidak mengakui sebagai pemilik dua boks kontainer berisi jasad wanita dimutilasi yang ditemukan di dalam kontrakannya di Kampung Buaran RT01 RW02, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Iya sebelum dia melihat, padahal mah udah ditanyain dari awal, dia enggak mau ngaku," kata Ketua RT01 Alfian, Kamis (5/1).

Pelaku mengelak sebagai pemilik dua boks kontainer tersebut ketika dia ditangkap dan diinterogasi oleh polisi di depan kontrakannya pada Jumat (30/12) lalu. Saat itu, pelaku beralasan kalau dua boks kontainer itu milik temannya.

"Ditanyain itu isinya apa, kata dia titipan temannya, kalau pengakuan dia mah sudah setahun yang lalu," ucap Alfian.

Pelaku tetap tidak mengakui sebagai pemilik dua boks kontainer tersebut meski terus didesak polisi. Dia pun mencoba meyakinkan petugas dengan meminta disumpah menggunakan Alquran.

"Iya sebelum mengakui itu juga belum dibuka (boks kontainer) di hadapan dia. Dia bilang dia harus disumpah sama Alquran dan disaksikan sama imam masjid, mintanya itu," ungkapnya.

Pelaksanaan sumpah menggunakan Alquran dilakukan di depan kontrakan pelaku dan disaksikan oleh warga setempat. Setelah selesai disumpah, dua boks kontainer kemudian dibuka dan pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

"Pas giliran itu dia mengakui itu perbuatan dia setelah disumpah, ini perbuatannya, matinya dicekik. Padahal mah udah ditanyain dari awal, dia enggak mau ngaku," kata Alfian.

Diberitakan sebelumnya, jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas dari Polda Metro Jaya.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya. [ray]