Sempat Menghijau, IHSG Akhirnya Ditutup Melemah ke 5.035,05

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan penguatan pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini. Sempat menguat di awal perdagangan, IHISG harus ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (9/6/2020), IHSG ditutup turun 35,50 poin atau 0,70 persen ke posisi 5.035,05. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 1,59 persen ke posisi 782,64.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.139,40 dan terendah 4.023,76.

Sebanyak 201 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 257 saham melemah dan 127 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 933.570 kali dengan volume perdagangan 13,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 227 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.892.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada dua sektor yang menguat yaitu perkebunan dan barang konsumsi.

Sektor yang melemah dipimpin oleh industri dasar yang turun 1,97 persen. Kemudian disusul sektor kontruksi yang melemah 1,93 persen dan sektor infrastruktur jatuh 1,53 persen.

 

 

 

Pergerakan Saham

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang menguat diantaranya KREN yang naik 25,93 persen ke Rp 170 per saham, PICO naik 24,51 persen ke Rp 254 per saham dan NIKL naik 24,44 persen ke Rp 555 per saham.

Saham yang melemah antara lain PTIS yang turun 6,99 persen ke Rp 173 per lembar saham, XSSI melemah 6,98 persen ke Rp 120 per lembar saham dan RIGS turun 6,96 persen ke Rp 214 per lembar.