Sempat Positif COVID-19, Kiai Said Aqil Beri Nasihat

Agus Rahmat, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, KH Said Aqil Siroj, menegaskan pandemi COVID-19 telah memberi hikmah untuk lebih peka kepada sesama dan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, pandemi COVID-19 adalah ujian.

Sebelumnya Said Aqil sempat dinyatakan positif COVID-19. Namun, penyakit itu berhasil dilaluinya. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, kecemasan, penyakit, wabah, dan cobaan lainnya untuk menghadapi ujian dengan sabar dan tegar.

“Tanda kesabaran ketika ada ujian seberat apapun mengucapkan ‘Innalillahi waina ilaihi rajiun,’” kata Said saat pendistribusian bantuan COVID-19 oleh NU Peduli di Jakarta, Senin 28 Desember 2020.

Baca juga: Besok, Buruh Kembali Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di 18 Daerah

Kiai Said mengungkapkan pernah terkena COVID-19 dan dirawat selama sembilan hari. Tapi ia menyayangkan masih ada sebagian masyarakat yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan. Bahkan ada juga yang tidak percaya adanya virus mematikan itu.

"Bahwa COVID-19 atau virus corona itu ada. Korbannya tidak pandang bulu, kiai, pengusaha, orang kaya, bahkan dokternya juga jadi korban, musibah ini tidak pandang bulu,” tegasnya.

Said Aqil pun berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), terutama santri, untuk mematuhi protokol kesehatan, pakai masker jaga jarak, cuci tangan, peduli dengan kesehatan lingkungan, ikuti dan taati itu semua sampai pandemi COVID-19 usai.

"Mudah-mudahan setelah COVID nanti selesai ekonomi bangkit lagi, kita optimis lagi, semangat lagi, UKM bangkit, sekolah tatap muka lagi," ujar Kiai Said.

Sementara itu Ketua Pengarah NU Peduli, H Andi Najmi Fuaidi, mengatakan PBNU melalui NU Peduli COVID-19 sejak Maret 2020 melakukan upaya penanganan dan pencegahan COVID-19. Warga NU bergerak cepat melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat umum, masjid dan pesentren.

Relawan NU juga membagikan bantuan APD dan disinfektan. Di bidang penanganan ekonomi, NU Peduli membagikan bahan makanan dan permodalan usaha.

“Nilainya mencapai lebih dari Rp300 miliar,” ungkap Andi.

Ia mengakui penanganan pandemi COVID-19 tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tapi harus dilakukan semua pihak. Atas dasar itu NU ikut melakukan upaya penanganan pandemi COVID-19. Hari ini pengiriman bantuan ke rumah sakit, sebagai bukti keistiqamahan NU Peduli.

“NU Peduli tidak akan lelah tapi istikamah. Kepada PBNU, kami minta arahan agar semua relawan tetap bekerja sesuai tradisi NU dengan tetap menjaga kesehatan yang ada,” kata Andi. (ren)