Sempat Positif Covid-19, Wali Kota Depok M Idris Terima Suntikan Vaksin

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Depok Mohammad Idris bersama istrinya Elly Farida menerima suntikan vaksinasi Covid-19 di RS Hermina, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Idris sebelumnya pernah terkonfirmasi Covid-19.

Idris terkonfirmasi positif Covid-19 usai tes swab PCR di RSUD Kota Depok, Rabu 25 November 2020. Dia pun mengatakan, pemberian vaksinasi Covid-19 terhadapnya dan istri telah sesuai dengan mekanisme Pemerintah Pusat dan telah lolos uji screening.

Idris mengatakan, belum ada keluhan setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Dia mengaku terasa dingin saat menerima suntikan.

"Awalnya sempat tertunda karena tensi tinggi namun setelah menunggu 10 menit tensi kembali normal," ujar Idris, Rabu (10/3/2021).

Idris menduga, tensi darah yang tinggi tersebut usai olahraga jalan kaki di lingkungan sekitar masyarakat.

Dia mengatakan, pemberian vaksin merupakan ikhtiar guna meningkatkan pembentukan anti bodi sehingga penularan Covid-19 di masyarakat berkurang.

"Pemberian vaksin dapat mengurangi jumlah angka penularan Covid-19 di Kota Depok," kata Idris.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Minta Masyarakat Tak Termakan Isu Negatif Vaksin

Idris menjelaskan, pemberian vaksin di Kota Depok pada tahap kedua mencapai sekitar 6.000 orang dari target 15.000 orang sesuai pertunjukan golongan, seperti masyarakat, lansia, instansi vertikal, dan lainnya.

Usai pemberian vaksin tahap kedua, Pemerintah Kota Depok akan mempersiapkan pemberian vaksin pada tahap ketiga.

"Kemungkinan pemberian vaksin pada tahap ketiga akan dilaksanakan pada April mendatang," terang Idris.

Untuk menyukseskan vaksinasi, lanjut Idris, masyarakat tidak boleh termakan isu negatif soal vaksin. Menurutnya, vaksin yang diberikan pada masyarakat yaitu Sinovac dinilai cocok dengan iklim Indonesia yang tropis. Apalagi pemberian vaksin telah melalui analis, survei, dan analisis.

"Hasil survei vaksin Sinovac mendapatkan rating penilaian yang cukup tinggi, mencapai 65 persen," pungkas Idris.

Saksikan video pilihan di bawah ini: