Sempat Tembus Dua Ribuan, Kasus Aktif COVID-19 di Semarang Kini Turun

·Bacaan 1 menit

VIVA – Angka kasus COVID-19 di Kota Semarang berangsur menurun. Berdasarkan pantauan website resmi siagacorona.semarangkota.go.id, per Kamis, 5 Agustus 2021, tercatat ada 878 kasus aktif, dengan perincian 550 warga Kota Semarang, dan 328 warga luar kota Semarang.

Mereka sebagian menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Semarang, atau dikarantina di tempat isolasi terpusat maupun isolasi mandiri.

Angka ini jauh menurun dibanding angka kasus yang terjadi dari bulan Juni hingga Juli, yang menembus angka di atas 2.000.

Penerapan PPKM darurat dilanjutkan PPKM level 4 yang sekarang masih terus berlangsung disebut memberi dampak pada penurunan kasus.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan, pihaknya sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan di tingkat pusat, terkait pemberlakuan PPKM Level 4.

Dalam pemberlakukan perpanjangan PPKM Level 4, Wali Kota yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan, pihaknya tak menambahkan modifikasi apapun pada aturan yang sudah diberlakukan sebelumnya di Kota Semarang.

"Sesuai dengan yang disampaikan Pak Presiden dan juga instruksi Mendagri, kita yang di Kota Semarang juga akan melakukan perpanjangan tersebut," ujar Hendi.

Meski kasus menurun, namun Pemkot Semarang tetap mengoperasikan semua tempat isolasi terpusat di beberapa tempat. Di antaranya Rumdin Wali Kota Manyaran, Asrama Haji Transit, Balai Diklat Ketileng, Asrama Mahasiswa UIN Walisongo, dan di beberapa tempat lainnya.

Sementara bed occupancy rate (BOR) tempat isolasi di Kota Semarang turun di rentang angka 40-46 persen.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel