Sempat Terdampak Pandemi, Pedagang Parsel Lebaran di Makassar Kembali Panen Pesanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah pedagang parsel di Kota Makassar mulai merasakan panen pesanan dan pembeli menjelang Lebaran Idulfitri 1443 H. Penjualan mereka meningkat setelah pemerintah melonggarkan kebijakan penanggulangan Covid-19.

Aisyah, pemilik Toko Garasi Parsel di Jalan Bulukunyi Makassar, mengatakan, penjualan parsel untuk tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Untuk tahun ini meningkat 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah, tahun ini ada kelonggaran dan sudah mulai ramai," ujarnya, Rabu (27/4).

Ia mengatakan tahun ini penjualan parsel bisa mencapai 50-70 keranjang dalam sehari. Pihaknya mematok harga Rp110 ribu sampai 4,5 juta untuk tiap parsel.

"Satu hari bisa menjual 50-70 keranjang. Di luar musim parsel biasanya by order saja, tidak seperti momen seperti ini, lebaran" ucapnya.

Penjualan Naik sejak Pertengahan Ramadan

Pedagang parsel lainnya, Rezky mengaku penjualannya naik sejak pertengahan Ramadan. Mendekati Idulfitri, penjualan terus mengalami peningkatan.

"Sekarang bahkan lebih ramai lagi, karena kan sudah dekat Lebaran," tuturnya.

Ia memperkirakan antusiasme masyarakat membeli parsel karena pemerintah mulai melonggarkan aturan penanggulangan Covid-19.

Meski terdampak akibat pandemik Covid-19, Rezky mengaku penjualan parsel dua tahun sebelumnya dilakukan secara daring.

"Waktu awal pandemi Covid-19 itu paling parah. Sementara tahun 2021, penjualan sudah kembali normal meski harus dilakukan secara online," tuturnya.

Rezky mengaku menjual parsel dengan harga Rp200 ribu sampai Rp1,5 juta. Parsel yang dijualnya berisi makanan ringan dan juga cangkir.

"Paling banyak (parsel) yang dibeli itu kalau ada cangkirnya," ucapnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel