Sempatkanlah Berziarah ke Jabal Uhud dan Masjid Quba Ketika Berada di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Kloter awal jemaah haji Indonesia sudah lebih kurang lima hari berada di Madinah, Arab Saudi. Selain menunaikan salat arbain atau salat fardhu 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi, jemaah mulai melakukan aktivitas ziarah.

Hasil penelusuran merdeka.com, ada empat titik ziarah yang biasanya dikunjungi jemaah termasuk jemaah haji Indonesia. Yakni Syuhada Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain dan Al Khandaq. Selain ziarah, jemaah juga diajak melihat langsung kebun kurma.

Hari ini, jemaah dari embarkasi Solo dan Padang tampak mendatangi kompleks Jabal Uhud. Mereka mengaku senang bisa mengunjungi Jabal Uhud, atau Gunung Uhud yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan Islam.

"Pingin ziarah karena di sini ada makam para syuhada," kata seorang jemaah asal embarkasi Padang, Rabu (8/6).

Sekadar informasi, Jabal Uhud adalah gunung yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW. Dahulu, nabi setiao tahunnya mendatangi Uhud. Kebiasaan ini kemudian diteruskan oleh para khalifah setelah Nabi wafat.

Jabal Uhud disebutkan sebagai bukit yang dijanjikan di surga. Berbeda dengan gunung-gunung di Madinah pada umumnya, Jabal Uhud tidak bersambung dengan gunung-gunung yang lainnya. Oleh karenanya Jabal Uhud terkenal dengan sebutan Uhud, atau ahad, yang berarti 'bukit menyendiri'

"Masya Allah seneng banget setelah tertunda dua tahun bisa sampai Madinah," katanya.

Selain berziarah dan menunaikan salat sunah, jemaah bisa mendaki gunung kecil yang letaknya berada di sisi kiri masjid. Di atas puncaknya, jemaah bisa menikmati kawasan Jabal Uhud dan sekitarnya dari atas. Masya Allah begitu indahnya.

Banyak pula jemaah yang memanfaatkan momen itu untuk berswafoto. Setelahnya, mereka kembali turun dan bagi yang senang memberi makan burung, di area luar Jabal Uhud banyak sekali merpati. Jemaah bisa memberi makan dengan makanan burung yang diperjualbelikan dengan harga satu bungkus 5 riyal.

Selain ke Jabal Uhud, jemaah haji Indonesia juga mendatangi Masjid Quba. Di sana, jemaah bisa mengerjakan salat sunah atau salat fardhu jika waktunya tepat. Jika pun tidak bisa melakukan keduanya, jemaah bisa sekadar berdoa di masjid yang indah ini.

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali didirikan Rasulullah bersama para sahabatnya sesaat setelah hijrah ke Madinah. Masjid ini juga menjadi masjid tertua di dunia, diikuti oleh Masjid Nabawi yang dibangun juga pada tahun 622 Masehi.

Masjid ini memiliki 19 pintu, tiga di antaranya adalah pintu utama. Rasulullah SAW adalah orang pertama yang meletakkan batu di kiblatnya saat pembangunan Masjid Quba.

Pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz masjid ini mengalami renovasi dan perluasan yang menghabiskan biaya sekitar 90 juta riyal sehingga masjid ini mampu menampung sebanyak 20 ribu jamaah. Masjid yang dibangun di atas kebun kurma seluas 1.200 meter persegi dan sekarang memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi ini juga memiliki ruangan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pada Rabu (8/6/2022) pagi Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah kloter 3 dari Padang Sumatera Barat (PDG), jemaah yang tinggal di pemondokan Grand Plaza Madinah, melakukan ziarah ke lima lokasi.

Diantara lima lokasi ziarah tersebut adalah, Syuhada Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Al Khandaq dan Kebun Kurma. Jemaah mulai melaksanakan ziarah pada Rabu (8/6/2022). Berangkat pukul 06.00 Waktu Arab Saudi.

Selain ziarah ke lima lokasi tersebut, jemaah kerap tidak meninggalkan shalat Arbain. Karena ziarah dilakukan pada pagi hari dan sebelum shalat Dzuhur, jemaah harus sudah di hotel untuk mengikuti shalat Dzuhur berjemaah di Masjid Nabawi.

Diketahui, saat ini jemaah calon haji yang sudah di Madinah sebanyak 28 kloter dengan 11 ribu lebih jemaah. Jemaah tetap Diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan banyak minum air putih. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel