Semprotan Hidung Cegah Corona Hingga Pemberian Vaksin COVID-19

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Informasi seputar COVID-19 masih banyak dicari oleh pembaca VIVA.co.id. Sepanjang Minggu, 3 Januari 2021, kabar mengenai temuan terbaru pencegah COVID-19 paling banyak diminati.

Selain itu, kabar mengenai pelaksaan pemberian vaksin COVID-19 juga tak kalah banyak dicari. Seperti diketahui, pemerintah sudah menerima sebanyak 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac, China.

Bagaimana kelanjutan program vaksinasi itu berjalan? Simak informasi selengkapnya berikut bersama daftar berita terpopuler lainnya.

Temuan Semprotan Hidung Pencegah COVID-19, Beri Perlindungan 5 Jam

Ilmuwan di Inggris telah berhasil mengembangkan sebuah semprotan hidung yang diklaim dapat mencegah penularan virus COVID-19. Menariknya, semprotan hidung yang disebut dengan Taffix ini diklaim mampu mengurangai hingga 78 persen risiko penularan COVID-19.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, Taffix ternyata cukup efektif untuk menangkal invasi virus COVID-19 selama lima jam setelah digunakan. Yang membuat penemuan satu ini juga sangat menggembirkan karena diklaim tidak ditemukan efek samping dari penggunaannya.

Baca selengkapnya.

Niat Sembuhkan COVID-19, Pria Nyaris Tewas Terlalu Banyak Minum

Meningkatnya jumlah kasus virus corona atau COVID-19, memaksa banyak orang mengambil langkah drastis untuk melindungi diri dari virus yang sangat menular tersebut.

Dari mulai bahan herbal hingga mengonsumsi makanan peningkat imunitas, tak sedikit yang mencoba pengobatan rumahan untuk mengurangi risiko infeksi. Tetapi nampaknya, beberapa dari mereka bertindak terlalu jauh bahkan hingga mempertaruhkan nyawa.

Baca selengkapnya.

504 Nakes Gugur Akibat COVID-19, Kematian Tertinggi di Asia

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat COVID-19 sepanjang tahun 2020. Berdasarkan data yang dirangkum, dari Maret hingga akhir Desember 2020 terdapat total 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi virus asal Wuhan itu.

Tim Mitigasi IDI terdiri dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perastuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Ada pun rinciannya terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, dari 10 tenaga lab medik.

Baca selengkapnya.

Vaksin COVID-19 Siap Diberikan Minggu Kedua Januari 2021

Sudah ada 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac, China, yang diterima Indonesia. Kini vaksin tersebut tengah menunggu izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk kemudian didistribusikan oleh Bio Farma.

Dalam konferensi pers virtual, Minggu, 3 Januari 2021, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tramidzi, M.Epid mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Indonesia membutuhkan waktu 15 bulan, yang dimulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Baca selengkapnya.

Indonesia Akan Tuntaskan Pemberian Vaksin COVID-19 dalam 15 Bulan

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tramidzi, M.Epid mengatakan bahwa pelaksanaan pemberian vaksin COVID-19 membutuhkan waktu 15 bulan, yakni dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Hal ini sekaligus mengklarifikasi adanya kabar bahwa pemberian vaksin di Indonesia akan memakan waktu 3,5 tahun.

"Adapun maksud Menteri Kesehatan 3,5 tahun adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia. Di Indonesia akan selesaikan vaksin COVID-19 dalam kurun waktu 15 bulan," ujar Nadia dalam konferensi pers virtual, Minggu, 3 Januari 2021.

Baca selengkapnya.