Sempurnakan Ibadah, Baca Doa Ini Sesudah Salat Dhuha

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVASalat dhuha adalah solat sunah yang dikerjakan pada waktu dhuha. Waktu dhuha ini adalah waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang salat Dhuhur.

Dilansir dari laman NU Online, waktu dhuha sendiri diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. Namun melakukan salat dhuha ini disarankan setelah melewari seperempat hari.

Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi–pukul 5 sore) dibagi empat maka salat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul 9.

Untuk solat dhuha ini minimal dilaksanakan 2 rakaat, dan yang baik adalah empat rakaat sedangkan sempurnanya adalah enam rakaat, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.

Berbicara mengenai salat dhuha, ibadah tersebut diketahui memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Di antara keutamaan yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala doa.

Setelah itu, kita dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut sebagaimana ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi’i yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal.

Berikut ini doa dan pelafalan sesudah salat dhuha:

“Allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka.”

“Allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholihiin.”

Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu".

“Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Setelah itu, kita juga dianjurkan membaca lafal doa berikut ini:

Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqatilu.

Artinya, “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”

Sebagai penutup, kita dianjurkan juga untuk menutup doa shalat Dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:

Rabbighfir la, warhamn, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rahm.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku. Terimalah tobatku. Sungguh, Kau maha penerima tobat dan maha penyayang.”