Semua Ajudan Ferdy Sambo Pegang Senjata, Ini Daftarnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Salah satu mantan ajudan, Daden Miftahul Haq menyebut, seluruh ajudan Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo dibekali senjata api (senpi). Masing-masing senjata melekat kepada mereka dimana pun berada.

Daden ketika bersaksi dalam sidang perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Untuk protap senjata yang Mulia, setiap ajudan memiliki senjata sendiri-sendiri yang mulia, atau biasa disebut senjata organik," ujar Daden saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

Daden menjelaskan, jika setiap ajudan memiliki senjata yang bervariasi. Mulai dari laras panjang bermerek MPX hingga senjata laras pendek atau pistol. Dimana senjata itu selalu dibawa ketika mengawal Ferdy Sambo.

"Untuk senjata keamanan di perjalanan itu, menggunakan senjata MPX yang mulia, senjata panjang," ujar Daden.

"Senjata organiknya apa yang dimiliki ajudan?" tanya hakim ketua Wahyu Iman Santosa.

"Bervariasi yang mulia. Kalau saya pakai Glock 17, terus seinget saya kalau Romer, Flock 17 juga. Kemudian kalau Yogi kalau tidak salah Steyr AUG. Yang lain saya tidak ingat yang mulia," jawab Daden.

"Jadi protap ajudan, setiap kali itu ada pegang MPX dan Glock 17 atau Steyr AUG?" sebut hakim memastikan.

"Siap," kata Daden.

Sedangkan, ketika hakim mencecar terkait dengan kepemilikan senjata pistol HS-19, Daden sempat berdalih lupa. Namun akhirnya dia menjabarkan setiap senjata yang dimiliki ajudan Ferdy Sambo.

"Masa sih? Kalau Bripka Ricky apa?" tanya Hakim.

"Kalau tidak HS, Glock 17 yang mulia," kata Daden.

"Ya memang pilihannya cuma itu. Kalau Eliezer (Bharada E)? cecar hakim kembali.

"Kalau Eliezer kalau kemarin saya lihat pakai Glock 17," jawab Daden.

"Siapa pegang Steyr AUG?" cecar hakim.

"Saudara Yogi yang mulia," ucap Daden.

Termasuk, dengan senjata HS-19 yang ternyata adalah milik Brigadir J. Senjata itu disebut Daden dimilikinya sejak berdinas di Bareskrim Polri.

"Terus siapa lagi?" hakim kembali mencecar.

"Seinget saya pada saat itu kalau brigadir, Almarhum Yosua itu pakai HS, dari Bareskrim yang Mulia. Karena mengembalikannya bareng dengan saya. Kalau Mathius itu sama dengan saya yang mulia, Glock 17," sebut Daden.

Sekadar informasi, jika dua senjata yakni Glock-17 dan HS-19 adalah dua senjata yang dijadikan barang bukti dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini, JPU mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut Jaksa. [rnd]