Semua Pemudik yang Tiba di Terminal Jakarta Akan Di-Rapid Test

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pemeriksaan di terminal terhadap pemudik atau warga yang datang dari kampung halaman untuk kembali ke Ibu Kota.

Mulai dari terminal Pulogebang Jakarta Timur, Kampung Rambutan Jakarta Timur, Kalideres Jakarta Barat dan Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Semua penumpang yang turun di sana (terminal) itu langsung dilakukan pemeriksaan rapid test, antigen dan genose. Jadi sejak tanggal 6 Mei," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Mei 2021.

Baca juga: Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Syafrin menuturkan, pemeriksaan oleh petugas itu sudah dilakukan bersama dengan jajaran aparat keamanan Polri di lokasi terminal yang dianggap terjadi penumpukan.

"Mulai tadi malam kami bersama sama dengan rekan-rekan kepolisian TNI-Polri itu sudah melakukan pengawasan pada lokasi-lokasi yang potensial menjadi titik menurunkan penumpang bus masuk ke terminal. sehingga seluruhnya dikirim untuk masuk ke terminal," katanya.

Dengan adanya penerapan pemeriksaan itu, Syafrin berharap pengemudi bus atau penumpang agar tidak turun di tengah jalan atau sebelum terminal bus tersebut. Hal ini bertujuan agar penyebaran COVID-19 bisa dilacak.

"Semuanya kita harapkan tidak ada yang turun di tengah atau di pintu sebelum terminal, tapi seluruhnya turun di terminal sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan secara utuh terhadap seluruh penumpang," katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri mencatat, ada ribuan orang pemudik Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah yang dijaring dan diperiksa COVID-19. Ada dari mereka yang positif COVID-19.

Syafrin Liputo mengatakan, pemudik yang diperiksa di perbatasan Bekasi-Karawang atau di Kedung Waringin Bekasi jumlahnya mencapai 1.628 orang. Dari jumlah itu enam orang positif COVID-19.

"Kemudian di Cikampek 1.804 orang, 4 orang reaktif. Langsung dibawa, dievakuasi bis sekolah ke Wisma Atlet. Di Pelabuhan Kali Adem ada 71 orang semuanya negatif," kata Syafrin

Ia pun sebenarnya sudah mengimbau kepada warga apabila hendak keluar dari Ibu Kota agar dapat membawa surat keterangan dan untuk keperluan apa. Hal ini bertujuan agar perjalanan mereka berjalan lancar sampai tujuan ketika ada penyekatan dari petugas di lapangan.

"Kami sudah mengimbau kepada pelaku perjalanan, bukan hanya moda pesawat dan kereta api, tapi moda jalan pun harus dilengkapi dengan hasil tes COVID-19 sehingga itu akan memperlancar perjalanan mereka," katanya.

Syafrin memberi contoh, jika mobil itu sudah diperiksa seandainya di KM 34B oleh Polda lain dalam proses penyekatan, maka mereka akan ditempel stiker sehingga mereka bisa layak jalan.

"Atau mereka sudah disekat dan sudah melakukan tes cepat dan negatif, ya mereka bisa lolos melanjutkan perjalanan," katanya.