Senam Kebugaran Jasmani Pelajar dapat penghargaan MURI

Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) Pelajar yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk senam kesegaran jasmani pelajar terbanyak dan serentak secara hybird.

Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, mengatakan kegiatan SKJ ini menarik banyak peserta sehingga tercatat sebagai yang terbanyak untuk kalangan pelajar.

Launching SKJ Pelajar dibuka Menpora Zainudin Amali secara langsung di Plaza Utara GBK Senayan Jakarta, Sabtu pagi dan diikuti serentak secara daring di 34 provinsi dan 405 Kabupaten/Kota.

"MURI hari ini menyerahkan rekor dunia untuk SKJ Pelajar Terbanyak dan ini sudah dibuktikan dengan jumlah yang kurang lebih satu juta orang. Ini MURI mengapresiasinya sebagai Rekor Dunia," kata Oemar.

Amali mengapresiasi para kreator, karena selain tidak meninggalkan sejarah lahirnya SKJ, namun lagunya kini diaransemen menjadi kekinian yang dapat diikuti oleh siapa pun.

"Terima kasih kepada para kreator SKJ, Mas Lody Lontoh dan kawan-kawan, serta Endank Soekamti yang membuat iringan SKJ ini menjadi menarik," kata Amali.

"Tetap tidak melupakan sejarah lahirnya SKJ tahun 1984, musik pembukanya masih memakai itu, dan selanjutnya dikemas kekinian, sehingga bisa kita ikuti bersama, tidak hanya pelajar tetapi semua kita bisa," ujarnya menambahkan.

Yang terpenting lagi dalam launching ini adalah bagaimana semua komponen bangsa mendorong agar pelajar sehat dan bugar, dan dapat diandalkan.

Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan SKJ telah disosialisasikan dan akan terus dilakukan pemassalan hingga seluruh pelajar di Indonesia.

Diharapkan dengan semua pelajar ber-SKJ terbentuk kebugaran dan dapat diperoleh bibit-bibit unggul prestasi nasional dan dunia.

"Saat ini sosialisasi sudah mencapai 80 persen di kabupaten/kota, kami akan terus lanjutkan hingga seluruh pelajar di Indonesia. Dengan demikian akan terbentuk masyarakat bugar dan lahir bibit-bibit unggul yang disiapkan sejak SD yang sehat dan bugar," kata Isnanta.

Baca juga: Puncak Festival SKJ Kemenpora diramaikan 25 ribu peserta di Wakatobi
Baca juga: Peneliti anjurkan program SKJ dikembalikan atasi psikis siswa
Baca juga: Senam SKJ bersama di Festival Mesin Waktu