Senam Lantai adalah Kegiatan Olahraga yang Menggunakan Matras, Ketahui Manfaatnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Senam lantai merupakan kegiatan olahraga yang gerakan dan bentuk latihannya dilakukan di lantai. Senam lantai merupakan satu di antara jenis cabang olahraga senam yang cukup populer di dunia.

Olahraga ini bisa dilakukan siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan. Senam lantai dilakukan di atas permukaan lantai dengan menggunakan alas. Adapun alas yang biasa digunakan ialah berupa matras. Matras tersebut nantinya sebagai alat bantu utama yang memiliki fungsi untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Hal tersebut dikarenakan saat melakukan gerakan senam akan sering bersentuhan dengan lantai.

Ddalam praktiknya, senam lantai akan banyak menggunakan gerakan seperti halnya berguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau untuk melompat ke depan atau belakang. Gerakan senam lantai tersebut bisa dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan. Pada umumnya, di dalam pertandingan resmi, senam lantai dilakukan di atas lantai yang memiliki ukuran 12×12.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas pengertian senam lantai sebagai kegiatan olahraga diatas matras beserta manfaatnya. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Sejarah Senam Lantai

Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Andrew
Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Andrew

Dilansir dari Dikatam dan Resaja, awal mula olahraga senam lantai hingga kini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, senam lantai diperkirakan telah ada sejak zaman Yunani Kuno.

Pada abad ke-20, senam mulai populer dan menyebar di seluruh dunia. Perkembangan olahraga ini sangat pesat hingga akhirnya mempunyai banyak cabang, satu di antaranya adalah senam lantai.

Sementara itu, awal masuknya senam di Indonesia ialah pada 1912, saat masa penjajahan Belanda. Masuknya olahraga senam tersebut bersamaan dengan ditetapkannya pendidikan kebugaran jasmani sebagai satu di antara mata pelajaran wajib di sekolah.

Pada saat itu, senam yang pertama kali dikenalkan adalah versi Jerman. Senam dari Jerman tersebut biasanya lebih menekankan berbagai gerakan yang kaya akan alat pendidikan.

Pada 1916, senam versi Jerman ini diubah dengan memakai sistem dari Swedia. Dalam sistem dari Swedia tersebut lebih menekankan manfaat gerakan senam.

Penemu sistem lantai tersebut ialah seorang perwira kesehatan yang berasal dari angkatan laut kerajaan Belanda bernama Dr. H. F. Minkema. Melalui Minkema inilah sejarah perkembangan senam lantai di Indonesia mulai menyebar ke beberapa wilayah. Tak hanya itu, pada 1918 Minkema juga membuka kursus senam Swedia tersebut.

Dengan semakin populernya olahraga senam lantai, maka didirikanlah sebuah organisasi dengan tujuan untuk membina para atlet senam yang berbakat. Organisasi tersebut dibentuk pada tanggal 14 Juli tahun 1963 dan diberi nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia).

Baru pada 1964, Indonesia kali pertama ikut serta dalam perlombaan senam lantai bertaraf Internasional di GANEFO I (Games of the New Emerging Forces).

Beragam Gerakan Senam lantai

Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Ketut
Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Ketut

Senam lantai adalah olahraga yang kebanyakan gerakannya ada di lantai. Berbagai macam gerakan senam lantai yang telah umum dilakukan antara lain :

1. Guling ke depan (forward roll)

2. Guling ke belakang (backward roll)

3. Lompat harimau (tiger sprong)

4. Lenting tangan (hands stand overslag)

5. Meroda6. Lompat jongkok

7. Lenting tangan putar (round off)

8. Lenting tangan ke belakang (flik flak)

9. Keseimbangan lutut berguling (squat roll)

10. Lompat kangkang

11. Berdiri dengan kepala (kopstand)

12. Kayang (brug)

13. Sikap lilin

14. Salto ke depan (Summer vault)

15. Salto ke belakang (Back Summer vault )

16. Guling lenting (roll kiep)

17. Lompat ikan (snuck)

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Senam Lantai

Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Senam lantai adalah olahraga yang banyak dilakukan di lantai, dan tentunya secara langsung bersinggungan dengan lantai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan gerakan senam lantai, antara lain:

1. Gunakan matras karena perlengkapan ini sangat penting saat melakukan teknik apa pun dalam olahraga senam lantai.

2. Letakkan matras di atas permukaan lantai yang datar.

3. Pastikan matras berada pada posisi yang tepat.

4. Sekitar area matras pastikan tidak ada benda yang dapat membahayakan saat melakukan pendaratan.

5. Sebelum melakukan teknik senam lantai, biasakan dengan gerakan pemanasan terlebih dahulu.

6. Dalam melakukan olahraga senam lantai dimulai dari teknik paling dasar, menengah hingga teknik paling sulit.

7. Ketika melakukan senam lantai harus ada pengawasan, guru atau pelatih yang sudah ahli dalam melakukan teknik senam lantai.

Manfaat Senam Lantai

Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Elly
Ilustrasi Senam Lantai Credit: pexels.com/Elly

Senam lantai adalah suatu olahraga atau gerakan yang banyak dilakukan di lantai, dan juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh kita, di antaranya adalah :

  • Kemampuan gerak tubuh makin lincah.

  • Memperkuat otot lengan, kaki, paha, pinggang, perut, dan dada.

  • Menambah kekuatan fisik.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Melatih lompatan.

  • Meluruskan tubuh yang bungkuk.

  • Melatih fokus.

  • Membakar lemak.

  • Sirkulasi aliran darah lebih lancar.

  • Meningkatkan kekuatan jantung.

  • Menurunkan berat badan.