Senat AS loloskan RUU anti-doping 'Rodchenkov'

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Legislasi yang memberi pejabat AS wewenang untuk menuntut individu yang bertanggung jawab atas konspirasi doping di ajang olahraga internasional mengantongi persetujuan resmi di Senat AS pada Senin.

Undang-Undang Anti-Doping Rodchenkov, yang dinamai pelapor Grigory Rodchenkov yang mengungkap skandal doping Rusia pada 2016 - telah disahkan oleh DPR AS pada 2019.

RUU tersebut, yang akan disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden Donald Trump, memungkinkan AS untuk mengajukan tuntutan bagi konspirator doping dalam kompetisi yang melibatkan atlet Amerika, dengan denda hingga 1 juta dolar AS dan vonis penjara hingga 10 tahun.

Undang-undang tersebut menargetkan tim atlet, yakni pelatih, agen, dealer, manajer, dan pejabat olahraga atau pemerintah, ketimbang atlet itu sendiri, yang telah dijatuhi sanksi oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

"Ini adalah hari monumental dalam perjuangan untuk olahraga bersih di seluruh dunia dan kami berharap dapat segera melihat RUU tersebut menjadi UU dan membantu mengubah pertandingan untuk atlet yang bersih demi kebaikan," kata kepala eksekutif Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA), Travis Tygart.

Legislasi tersebut menjadi rebutan antara WADA dan pejabat AS.

WADA mengungkapkan keprihatinan atas UU tersebut, memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan tumpang tindih UU di berbagai yurisdiksi yang melemahkan prinsip memiliki satu perangkat aturan untuk seluruh atlet di dunia.

Juru bicara WADA pada Senin menambahkan bahwa UU tersebut berpotensi merusak sistem anti-doping global dengan menghalangi si pelapor untuk melapor, jika ada risiko mereka dapat dituntut.

Pengawas doping global juga menyampaikan keprihatinan mereka bahwa RUU tersebut dapat menyebabkan munculnya UU serupa di negara lain karena alasan politik, seperti menargetkan atlet dari negara tertentu sebagai tindakan balasan.

WADA juga mengkritik fakta bahwa UU tersebut mengecualikan liga profesional AS dan olahraga kampus.

"Jika (UU) itu tidak cukup baik untuk olahraga Amerika, mengapa itu baik-baik saja untuk seluruh dunia?" tanya juru bicara WADA pada Senin.

Namun, Tygart mengklaim bahwa UU tersebut memberikan perlindungan yang lebih besar bagi atlet maupun si pelapor yang bersih.

"UU tersebut akan menyediakan alat yang dibutuhkan untuk melindungi atlet yang bersih sekaligus meminta pertanggungjawaban konspirasi doping internasional yang mencurangi olahraga, sponsor dan yang merugikan atlet," kata kepala USADA.

"(Itu) menetapkan hukuman pidana untuk sistem yang menjalankan skema penipuan doping yang merampok atlet, warga negara, dan bisnis.

"UU itu juga melindungi si pelapor dari tindakan balasan dan memberikan ganti rugi bagi atlet yang ditipu oleh konspirasi obat bius," kata Tygart.

Rodchenkov, mantan kepala laboratorium anti-doping nasional Rusia di Moskow, banyak terlibat dalam konspirasi doping yang didukung negara yang, dirancang untuk menutupi kecurangan Rusia di Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 dan turnamen lainnya.

Rodchenkov membeberkan keterlibatannya dalam skandal tersebut pada 2016, dan ia kini tinggal di persembunyian di AS.