Senator DPD RI optimistis Kaltara jadi 'Bali Baru'

Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang juga Pembina Duta Wisata Indonesia meyakini Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan menjadi 'Bali Baru'.

"Maka dari itu saya menyambut baik dan terima kasih atas doa restu masyarakat Kaltara karena baru beberapa hari yang lalu kami menjadi tuan rumah G20 di Bali dan saya tentunya akan membawa pesan dan aspirasi dari Kaltara untuk bisa terdepan menjadi salah satu bagian dari Bali Baru atau New Bali yang ke depan akan terus kita dorong," tuturnya di Tarakan, pada malam babak final Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2022, Senin dinihari.

Ia juga menggarisbawahi beberapa hal tentang Kaltara di masa depan. Dengan dukungan lintas sektor dan masyarakatnya, ia optimistis dunia pariwisata Provinsi Kaltara akan berubah.

"Ketika IKN (Ibu Kota Negara) 2024 itu sudah mulai beroperasi, maka satu-satunya pilihan dari kurang lebih ratusan ribu penduduk IKN yang baru, jika ingin berwisata, pasti pilihan prioritasnya adalah di Kaltara," ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna juga mengusul kepada Gubernur Zainal A Paliwang agar Pemprov Kaltara membuat gedung di Bali.

"Di Bali, ada 1.000 konferensi setiap tahun. Kami kedatangan 8 juta turis per tahun, padahal penduduk bali hanya 4,3 juta. Ambil, rebut. Semoga ada penerbangan langsung dari Tarakan ke Bali. Harus ada suatu inovasi-inovasi dan banyak kesamaan yang hebat-hebat dari kebudayaan Kaltara dengan Bali. Apalagi setelah G20 kemarin, kita siap untuk membagi kue pariwisata," tuturnya.

Ia juga mendorong Gubernur Kaltara agar mengirimkan putra-putri Kaltara menimba ilmu industri pariwisata di Bali.

"Dalam prgram kerja saya, berjanji memprioritaskan Kaltara agar mendapatkan perhatian. Akademi-akademi harus dibangun. Nanti pak gubernur, boleh setiap tahun anak-anak SMK, kampus-kampus kirim ke Bali beberapa puluh orang, kita didik bagaimana berbisnis, spa bisnis, wisata tirta, bagaimana wisata spiritual, bagaimana mengorganisasi sebuah dunia pariwisata," ujarnya.

"Apalagi, sekarang di Bali ada 100 ribu turis tinggal sebagai digital nomad. Tidak perlu bayar iklan mahal-mahal. Cukup bawa ke Bali, kami didik, kami bantu, sehingga ketika anak-anak Kaltara kembali, bisa menggetoktularkan. Nanti dengan Dinas Pariwisata kita akan konkretkan kembali kerja sama yang ada," tuturnya.