Sengkarut Dualisme PB ISSI Berlanjut, Kapolri Listyo Sigit pun Ikut

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sengkarut di tubuh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) terus berlanjut.

Perselisihan antara Forum 22 Pengprov ISSI yang mengusung Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum dengan pihak Raja Sapta Oktohari (RSO) yang mengundurkan diri, akhirnya masuk persidangan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia.

Polemik ini berawal dari RSO yang mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olahraga Indonesia atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan National Olympic Comite (NOC).

Surat pengunduruan diri RSO baru dikeluarkan setelah terpilih sebagai Ketum KOI 2019-2023 pada Oktober 2019 lalu.

Padahal, berdasarkan AD/ART ISSI, apabila Ketum berhalangan tetap. maka melalui rapat pleno pengurus dapat mengusulkan menunjuk pelaksanaan tugas Ketum ISSI dari unsur Wakil Ketua sampai terlaksananya Munaslub dalam kurun waktu enam bulan.

Forum Pengrpov pun menyebut telah terjadi kekosongan kepemimpinan di PB ISSI selama 11 bulan terakhir. RSO dinilai seharusnya lengser dari Ketua Umum ISSI apalagi dia juga telah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Namun, RSO bersikeras menyebut Munaslub ISSI 2020 yang mengantarkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum PB ISSI periode 2020-2024 tidak sah.

Hingga akhirnya, Forum Pengpov melayangkan gugatan ke BAORI dengan register perkara nomor 01/P.BAORI/I/2021 pada 27 Januari 2021. Saat ini, gugatan itu telah memasuki sidang jawaban RSO sebagai termohon dan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman.

Sidang selanjutnya, akan dilaksanakan secara e-court dengan agenda Replik Pemohon pada 13 April 2021. Kemudian sidang Duplik Termohon serta turut Termohon 20 April 2021.

Di tengah sengkarut yang terjadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun masuk. Dia terpilih sebagai Ketua Umum setelah PB ISSI RSO mengadakan Munaslub pada 2-3 April 2021 lalu yang dibuka oleh Marciano Norman.

Kuasa hukum PB ISSI pimpinan Tatang Sulaiman, Eka Nuamalat SH menyayangkan hal ini terjadi. Padahal, kepemimpinan PB ISSI saat ini sedang dalam sengketa. Dia berharap, masuknya Kapolri dalam sengakut dualisme PB ISSI ini tidak menjadi sorotan negatif publik.

"Kami baru mengetahui dari jawaban RSO tanggal 2-3 kemarin mereka melakukan Munaslub, seyogyanya ini kan sedang dalam sengketa di BAORI, dan terpilihlah Pak Kapolri. Kita kan negara hukum, harusnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau misalnya seperti ini, jadi itu tindakan yang tidak menghargai proses hukum," kata Eka Nuamalat, Selasa 6 April 2021.

"Semoga tidak menjadi sorotan negatif kepada beliau (Kapolri) sebagai aparat penegak hukum karena dinilai tak paham azas dan aturan hukum," sambungnya.

Sementara itu Sardjono yang juga kuasa hukum Tatang, menyebut Marciano Norman sempat menghimbau kepada Ketua KONI se Indonesia untuk tidak terlibat terkait permasalahan yang terjadi pada PB ISSI.

"Ironis, malah beliau sendiri yang membuka Munaslub PB ISSI versi RSO yang sengeketanya sedang dalam persidangan di BAORI," ucapnya.