Sengkarut Politik Malaysia, PM Desak Raja Tetapkan Darurat Nasional

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah menasihati rakyatnya untuk tetap tenang, tidak panik dan tetap bersabar setelah Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin mengusulkan untuk memberlakukan keadaan darurat di Malaysia. Darurat itu disebut sebagai respons untuk menangani krisis politik di Malaysia sekaligus mengontrol eskalasi pandemi di negeri itu.

"Sultan Abdullah Ahmad Shah akan mengadakan pertemuan dengan para penguasa Melayu di Istana Negara secepat mungkin untuk membahas dan menyempurnakan saran yang diajukan oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin," kata pengawas istana, Indera Ahmad Fadil Shamsuddin seperti dikutip Straits Times.

Baca juga: BMW Tabrak 9 Sepeda Motor dan Orang di Setiabudi, Kendaraan Hancur

Pertemuan yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 14.30 waktu setempat hari ini akan bersifat informal dan hanya dihadiri oleh para penguasa, tanpa kehadiran politisi. Raja akan menyampaikan keputusan tersebut kepada PM setelah pertemuan.

Usulan keadaan darurat telah menuai kecaman luas. Langkah itu disebut tidak konstitusional, tidak demokratis dan tawaran oleh Perdana Menteri untuk mempertahankan kekuasaan politik. Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menyebutnya sebagai tindakan kediktatoran dan otoritarianisme.

Rencana untuk mengumumkan keadaan darurat datang setelah PM Muhyiddin menghadapi risiko mosi tidak percaya saat parlemen akan menggelar sidang pada 6 November untuk membahas anggaran nasional.

Ada kekhawatiran bahwa PM Malaysia itu yang hanya memiliki mayoritas tipis di kursi parlemen sebelumnya, bisa kehilangan suara kepercayaan dan meninggalkan anggaran dalam ketidakpastian. Lebih jauh hal ini dapat memicu pemilihan umum baru di tengah pandemi yang memburuk, yang tentu ingin dihindari oleh kedua belah pihak dari perpecahan politik.