Seni Topeng Ireng ala Magelang

Ghiboo.com - Kesenian Tari Topeng Ireng (Ireng dalam bahasa Jawa adalah hitam) berasal dari Magelang, Jawa tengah. Tarian ini unik karena sudah merupakan tarian modern, terutama dari pakaian penarinya.


Tarian Topeng Ireng biasanya dimainkan oleh sekumpulan anak-anak kecil yang berpakaian ala Indian, berumbai-rumbai, hiasan bulu di kepala seperti suku Cherokee Indian dan bulu lain yang mencuat ke atas, serta yang unik adalah sepatu boot yang digantungi ratusan bel kecil. Muka anak-anak tersebut dicat dengan bentuk-bentuk melingkar dan ranting.


Mereka berjumlah 10 orang dan membentuk formasi persegi atau melingkar dengan gerak tari tubuh yang tidak terlalu kompleks. Mereka terlihat dan terdengar sangat ramai, namun keramaian tersebut justru berasal dari bel yang berdencing ribut di kaki mereka. Gerak utama mereka terdapat di kaki dan dihentak-hentakkan. Sungguh indah gerakan tari ini, keramaian yang menggaduh sangat menarik perhatian.


Anak-anak tersebut menari diiringi oleh tabuhan gamelan sederhana. Ada seorang MC yang memandu jalannya acara. Tarian Topeng Ireng tidak terlihat rumit, tarian ini sangat sederhana namun kayak akan unsur budaya.


Dalam perhelatannya, terkadang MC mencoba membuat interaksi dengan para penonton dengan mengajak penonton, terutama anak-anak muda untuk turut serta menari di atas panggung. Karena tarian ini sangat mudah diikutii, maka anak-anak muda tersebut mudah mengikuti gerakan penari tanpa canggung.


Suasana menjadi seru, ramai, dan heboh. Lokasi kesenian ini berada di pertengahan antara pintu gerbang loket dengan Candi Borobudur. Meskipun tarian ini telah terpengaruh medernisasi, namun nuansa budayanya masih sangat kental terasa.


Anda ingin mencoba menari bersama anak-anak penari Topeng Ireng?



(Berbagai sumber)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.