Seniman Brazil sulap kantong "kresek" jadi lukisan

·Bacaan 2 menit

Seniman asal Brazil Eduardo Srur membuat karya seni yang terinspirasi dari para maestro lukisan kelas dunia tanpa menggunakan cat.

Alih- alih menggunakan cat, ia justru menggunakan kantong plastik atau lebih sering dikenal kresek oleh orang Indonesia yang ditemukannya di pinggir jalan dan pinggir sungai.

"Karya-karya ini akan tetap ada selama berabad-abad dalam sejarah umat manusia, begitu juga dengan plastik yang kita buang di alam," kata Eduardo di studionya di Sao Paulo seperti dilansir dari Reuters, Selasa.

Baca juga: Penduduk kota Maxen di Jerman peringati hari kelahiran Raden Saleh

Baca juga: Seniman Argentina ini hanya lukis Maradona setelah sang legenda wafat

Terbaru, karya yang dihasilkan Eduardo mengikuti persis karya Picasso, Van Gogh, Monet dan Warhol telah menarik perhatian masyarakat.

Karyanya mengingatkan betapa bahaya polusi yang disebabkan oleh jumlah sampah plasitik yang ada di seluruh dunia.

Pada 2021 ini, Eduardo pun menyiapkan acara pameran berajuk "Natureza Plástica" yang memiliki arti Alam Plastik yang dipamerkan di Sao Paulo di pertengahan tahun ini.

Ketertarikannya untuk menjaga lingkungan membawanya menghasilkan karya- karya yang menyadarkan masyarakat lain, ia kerap membuat instalasi seni yang menarik perhatian masayrakat di ruang publik kawasan Sao Paulo untuk mengajak orang lain peduli pada lingkungan.

Tak jarang ia pun memamerkan karya seninya di pinggir sungai yang sudah tercemar untuk semakin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Di tengah pandemi COVID-19, idenya untuk terus menjaga lingkungan tetap terjaga. Ia fokus menghasilkan karya di studionya dengan mengganti cat dan kuas menggunakan penjepit, dan sampah plastik berwarna untuk membentuk lukisan yang menawan.

“Plastik itu mendominasi segalanya dan semua orang dewasaini. Jadi pada seri ini saya membuat karya yang tidak terdiri dari lem atau pun cata, tapi dari kumpulan plastik- plastik hingga menjadi gambar seperti yang kamu lihat,” tutupnya.

Selain masalah pandemi, masalah yang juga dihadapi dunia global saat ini salah satunya adalah polusi plastik.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Leeds pada 2020 diperkirakan 20 tahun mendatang akan ada 1,3 miliar ton sampah plastik yang mencemari daratan bumi jika tidak ada aksi global yang nyata mengurangi penggunaan bahan yang tidak dapat terurai itu.


Baca juga: 27 pelukis gelar pameran seni rupa "Move On" di Ubud Bali

Baca juga: Mengenal Mulaika Nordin, seniman muda Malaysia keturunan Cirebon

Baca juga: Museum Basoeki Abdullah gelar lukisan dari 19 seniman muda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel