Seniman Filipina Ubah Sampah Plastik Sekali Pakai Jadi Lukisan Indah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sampah plastik sekali pakai bisa disulap menjadi lukisan indah di tangan seorang seniman asal Manila, Filipina, Gilbert Calderon Angeles. Lulusan seni rupa Universitas Santo Tomas itu menggabungkan kecintaannya kepada seni dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Ia pun mendirikan sebuah organisasi yang dinamai Green Arts. Organisasi ini memiliki misi untuk mempromosikan kesadaran akan hidup berkelanjutan melalui seni, termasuk dengan memanfaatkan sampah-sampah plastik yang dianggap tidak berguna oleh sebagian warga.

Dilansir dari Manila Buletin, Kamis, 20 Mei 2021, Angeles memulihkan sisa-sisa cat lama, limbah pembongkaran kontruksi, seperti partisi kayu dan plyboard, menjadi karya seni. Papan kayu dijadikannya sebagai rangka kanvas, sedangkan untuk melukis ia menggunakan cacahan limbah plastik sekali pakai dan sisa akrilik yang disebutnya sebagai cat ramah lingkungan.

Angeles menyebut metode melukisnya ini dengan nama upcycling. Ia mengatakan bahwa karya seni yang dihasilkannya sangat bergantung dengan produk dan struktur produk sampah yang digunakan.

Selain bertujuan untuk menjadikan limbah plastik sekali pakai menjadi lebih berharga, Angeles merasa penggunaan cacahan plastik dengan bentuk dan tekstur yang berbeda menjadi karya seni buatannya menjadi lebih unik.

"Dengan membuat karya seni ini, kami menciptakaan bahwa kami sangat bergantung pada plastik sekali pakai. Jadi saat menggunakan bahan-bahan limbah ini, kami bisa mempromosikan ekonomi sirkular dari limbah menjadi solusi," tutur Angeles.

"Sampah plastik yang digunakan untuk melukis memang belum signifikan mengurangi jumlah sampah limbah plastik yang ada, namun ini bisa cari cara untuk memanfaatkan limbah plastik yang ada serta memberikan pesan pada orang-orang bahwa jumlah limbah plastik sekrang ini semakin meningkat," tambahnya.

Selipkan Pesan di Lukisan

Gilbert Calderon Angeles, pendiri organisasi yang mempromosikan hidup berkelanjutan melalui seni. (dok. Instagram @greenartzbygca/ https://www.instagram.com/p/COZ4Lv6DpYY/?utm_medium=copy_link/ Dinda Rizky)
Gilbert Calderon Angeles, pendiri organisasi yang mempromosikan hidup berkelanjutan melalui seni. (dok. Instagram @greenartzbygca/ https://www.instagram.com/p/COZ4Lv6DpYY/?utm_medium=copy_link/ Dinda Rizky)

Limbah plastik sekali pakai yang ia gunakan berasal dari perusahaan kontruksi ramah lingkungan, Green Antz. Perusahaan itu menggunakan plastik parut untuk membuat batu bata ramah lingkungan.

Memperingati Hari Bumi 2021 lalu, Angeles membuat sebuah pameran yang menampilkan komitmen untuk mengurangi, meggunakan kembali dan mendaur ulang limbah sampah plastik sekali pakai yang merupakan salah stau polutan terbesar di setiap negara. Pada pameran bertema “Bumi Baru, Kehidupan Baru, harapan Baru”, Angeles memamerkan seluruh lukisan abstrak dari cat akrilik sisa dan limbah sampah plastik sekali pakai miliknya.

"Terinspirasi oleh keluarga dan keturunan saya di masa mendatang, saya ingin mewariskan kepada mereka tempat yang bebas dari plastik. Saya berpikir orang-orang harus mencoba melukis dengan cara ini agar kita bisa membuat sesuatu yang berarti dari limbah," kata Angeles saat berpidato di pembukaan pameran lukisannya di Conrad Manila pada Kamis, 4 Maret 2021.

Para pengunjung yang datang ke pamerannya tidak hanya bisa menikmati lukisannya indahnya, melainkan diberi kesempatan untuk mencoba langsung membuat lukisan dari cat sisa, kayu lapis tua, dan cacahan sampah plastik pakai. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

Ambisi Jakarta Bebas Kantong Plastik Sekali Pakai

Infografis Jakarta Bebas Kantong Plastik. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jakarta Bebas Kantong Plastik. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel