Senin Uji Rute Pengangkut Rel Kereta Cepat, Cek Tol yang Potensi Macet

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Senin pagi besok, 15 Maret 2021 dari pukul 05.00 WIB, akan dilakukan uji coba rute kendaraan pengangkut rel kereta cepat. Karena kendaraan besar ini akan berjalan cukup pelan sehingga potensi macet bisa terjadi, pengguna jalan terutama tol, diminta mengatur waktu jika melintasi jalur-jalur yang dilalui.

Uji coba tersebut dalam rangka penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Uji coba rute yang akan dilalui kendaraan pengangkut rel R.60 milik kereta cepat sepanjang 50 meter, yang tidak diisi muatan.

Beberapa ruas jalan tol yang akan dilalui yaitu Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E3 dan E2 (Rorotan-Cikunir), Jakarta-Cikampek, Cikampek-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

Baca juga: Nadiem Siap Bikin Candi Borobudur Cagar Budaya Kelas Dunia

Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division Head, Bagus Cahya A.B menjelaskan bahwa jadwal uji coba yang mencakup perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 15 Maret 2021 sejak pukul 05.00 WIB.

Kendaraan pengangkut rel tersebut adalah kendaraan Multi-Axle Trailer 32 Axle yang dikawal oleh 4 kendaraan lainnya. Terdiri mobil storing, mobil kawalan dengan rotator, prime mover dan mobil patwal.

Kata dia, rombongan kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini akan memulai perjalanan dari Dermaga 114/115 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dan masuk melalui Gerbang Tol (GT) Semper 2 Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

"Angkutan lalu melanjutkan perjalanan ke Jalan Tol JORR Seksi E3 & E2 (Rorotan sampai Cikunir), Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan melintasi Simpang Susun Cikunir hingga menuju Jalan Tol Cipularang. Setelah itu, kendaraan terus melanjutkan perjalanan menuju Jalan Tol Padaleunyi,” jelasnya.

Di Jalan Tol Padaleunyi, kata Bagus, kendaraan akan putar balik di GT Cileunyi untuk masuk ke Jalan Tol Padaleunyi arah Jakarta. Lalu akan berhenti di akses masuk Km 150+200 Tegaluar.

“Total waktu yang dibutuhkan oleh rombongan kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini berdasarkan simulasi kecepatan rata-rata adalah sekitar 7,42 jam, perkiraan tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 12.30 WIB," katanya.

Jelasnya, jumlah ini termasuk waktu berhenti untuk pemeriksaan kendaraan Multi-Axle selama 30 menit pada tiap lokasi di jalan tol seperti di Parking Bay Km 41+000 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, GT Kalihurip Utama 1 Jalan Tol Cipularang dan Km 102+200 Jalan Tol Cipularang.

Demi keamanan dan keselamatan saat melintas jalan tol, rombongan kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan akan melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam dengan kecepatan maksimum 50 km/jam, serta kecepatan minimum (belokan) 15 km/jam.

Proses uji coba kendaraan pengangkut ini, merupakan tahapan awal dalam rangka pengajuan perizinan uji coba kendaraan pengangkut rel sepanjang 50 meter dengan muatan.

Selain itu, kata dia, guna memastikan kelancaran perjalanan rombongan angkutan rel tanpa muatan tersebut serta mengantisipasi potensi kepadatan, Jasa Marga menyiagakan petugas Mobile Customer Service dan Patroli Jalan Raya untuk melakukan pengawalan, pengamanan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.

JMT juga terus berkoordinasi dengan regional dan representative office, yang akan dilewati oleh kendaraan pengangkut rel kereta cepat yang tidak diisi muatan ini. Seperti Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT) Regional Division dan Representative Office 1 JTT Regional Division selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan atas potensi kepadatan yang dapat terjadi. Kami juga mohon kerja sama pengguna jalan untuk dapat mengatur waktu perjalanan, terutama bagi para commuter yang masih harus beraktivitas di hari Senin dan menempuh rute perjalanan dengan melalui rangkaian jalan tol Jasa Marga yang masuk dalam rute uji coba ini,” jelas Bagus.