Senja di Danau Hitam nan memukau

Sore itu cuaca masih cerah kendati Matahari mulai bersiap ke peraduan. Pancaran cahayanya pun terlihat menawan ketika wisatawan menyaksikan dari atas kapal hias yang menyusuri danau hitam Wisata Air Hitam KerengBangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Sejak beberapa tahun terakhir, Wisata Air Hitam KerengBangkirai menjadi lokasi piknik utama warga dari berbagai daerah di Kalimantan dan luar daerah lain, yang berkunjung ke “Kota Cantik” Palangka Raya.

Banyak wisatawan berbondong-bondong ke objek wisata yang juga merupakan pintu masuk ke wilayah Taman Nasional Sebangau itu.

Waktu yang paling ramai pengunjung adalah saat hari libur atau akhir pekan. Mereka bisa menikmati indahnya danau yang berada di tengah-tengah hutan rasau (Pandanus helicopus) yang menghijau.

Bukan hanya itu, saat senja hari, wisatawan bisa menikmati indahnya langit bermandi semburat cahaya Matahari tenggelam, lalu perlahan bersembunyi di antara hamparan pohon rawa yang tumbuh di sekitar danau tersebut. Pemandangan yang memukau.

"Beruntung bisa menikmati indahnya sunset dari atas kapal di Wisata Air Hitam KerengBagkirai ini. Indahnya tidak bisa terlukiskan," kata Santi, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang berlibur bersama keluarga besarnya.

Keindahan sinar Matahari yang mulai tenggelam tersebut menjadi salah satu momentum yang ditunggu para wisatawan untuk bisa diabadikan melalui foto bersama keluarga maupun sendiri.

Apalagi, keindahan Matahari tersebut didukung oleh keelokan alam Danau Sebangau yang masih perawan sehingga membuat foto terlihat makin eksotis dan menampilkan suasana romantis bagi yang datang bersama pasangan maupun keluarga.

Salah satu bentuk dari hasil jepretan favorit wisatawan di kala sore adalah foto siluet dengan latar belakang langit biru dihiasi awan berwarna oranye.

Keindahan Wisata Air Hitam KerengBangkirai membawa berkah yang luar biasa bagi warga sekitar, yang awalnya banyak menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan di daerah tersebut.

Kini, sejak daerah tersebut menjadi salah satu andalan tujuan wisata di Palangka Raya, perekonomian kawasan tersebut bertumbuh, kesejahteraan warga meningkat.


UMKM berkembang

Ibarat pepatah, pucuk dicinta ulam tiba, seperti mendapatkan sesuatu yang lebih, sejak Wisata Air Hitam KerengBangkirai menjadi daerah wisata yang kini mulai menasional, banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh bak jamur pada musim hujan.

Puluhan warga kini mendapatkan sumber perekonomian baru. Puluhan warung kecil tumbuh di sepanjang lokasi Wisata Air Hitam yang juga merupakan dermaga di kawasan Kelurahan KerengBangkirai.

Puluhan kapal yang awalnya untuk mencari ikan, kini sebagian disulap menjadi kapal hias, yang siap mengantarkan para wisatawan keliling danau.

Hanya dengan tarif masuk Rp5 ribu per orang dan membayar ongkos kapal Rp20 ribu per orang, para wisatawan bisa keliling danau bersama kapal yang dihiasi dengan berbagai aksesoris yang instragamable, terutama yang datang bersama pasangan dan keluarga.

Ada spot foto dengan latar berlogo love, juga disiapkan pernak-pernik hiasan kepala Suku Dayak yang unik dan cantik saat dipakai.

Memeriahkan saat menikmati indahnya danau, pemilik kapal juga menyiapkan musik karaoke sehingga wisatawan juga bisa berdendang bahagia selama perjalanan.

Uniknya, kapal yang bisa dimuati tidak kurang dari 50 orang tersebut juga disiapkan beberapa meja bundar dan kursi yang dibungkus kain, layaknya menikmati suasana hotel sehingga perjalanan terasa semakin eksklusif dan mewah.

Bagi keluarga yang tidak ingin perjalanannya bercampur dengan penumpang lain, cukup merogoh kocek Rp500 ribu satu kapal, sudah bisa menikmati perjalanan dengan lebih santai, layaknya kapal pesiar pribadi.

Pengelola kapal juga menyiapkan kantin yang bisa menyajikan berbagai makanan dan minuman untuk menemani perjalanan indah mereka.

Bukan hanya kapal "pesiar" yang jumlahnya tidak kurang dari 10 unit, masyarakat juga menyiapkan beberapa kapal kecil bermotor dengan biaya sewa Rp750 ribu karena jarak yang ditawarkan lebih jauh.

Bagi wisatawan yang juga ingin susur danau lebih seru, juga ada kapal bebek. Mereka bisa menikmati danau lebih santai bersama anak dan keluarga kecil lainnya.

Di sekitar lokasi juga terdapat warga sekitar yang menjajakan berbagai kuliner guna memastikan wisatawan tetap nyaman berlama-lama menikmati keindahan Wisata Air Hitam KerengBangkirai.

Sebelum wisata ini dikembangkan, Nur Halimah dan suami berprofesi sebagai nelayan. Namun sejak beberapa tahun terakhir, Nur fokus berjualan makanan di depan rumah dan hanya suami yang masih mencari ikan.

Saat ini rata-rata pendapatan saat akhir pekan bisa mencapai Rp1,5 juta. Apalagi saat libur panjang, hari libur keagamaan, dan akhir tahun, Nur bisa membukukan omzet Rp2 juta lebih.


Perhatian pemerintah

Potensi dan keindahan objek Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai tersebut tidak luput dari perhatian pemerintah, yang terus berupaya memfasilitasi masyarakat daerah sekitar untuk berkembang.

Selain terus meningkatkan dan memperbaiki fasilitas tempat wisata, pemerintah juga membina warga untuk bisa mengembangkan potensi kerajinan daerah, agar bisa menjadi cenderamata bagi wisatawan.

"Kami terus menambah gazebo untuk wisatawan beristirahat. Kami juga mulai mengoperasikan pusat oleh-oleh di kawasan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya Iin Hendrayati Idris.

Memaksimalkan pengelolaan wisata di wilayah tersebut, Pemerintah "Kota Cantik" juga membentuk kelompok masyarakat sadar wisata (pokdarwis) sebagai bentuk kepanjangan tangan pemerintah.

Selain pemerintah kota, objek Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai juga mendapat perhatian khusus Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Guna mendukung pengembangan kawasan wisata Air Hitam Kereng Bangkirai, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan Pembentukan Kawasan Wisata Terpadu dan Pusat Kerajinan Purun.

Apalagi, menurut Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari, di Kelurahan Kereng Bangkirai terdapat kelompok perajin anyaman purun, perajin rotan, ukiran kayu, pembuat teh, dan racikan akar bajakah.

“Ini yang kita padukan untuk mengembangkan kawasan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai," ujar Adiah.




Editor: Achmad Zaenal M