Senjata Lazio Rengkuh Trofi Serie A: Ketajaman Ciro Immobile dan Strategi Simone Inzaghi

Bola.com, Jakarta - Lazio sempat terseok-seok dalam mengawali Serie A musim ini. Perlahan namun pasti, performa I Biancocelesti terus menanjak dan kini berpeluang menyudahi hegemoni Juventus di Serie A.

Lazio sempat terdampar di peringkat sembilan klasemen sementara Serie A dengan nilai tujuh. Mereka hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan dua kekalahan dari lima laga pembuka.

Tetapi selepas itu, Lazio mulai menemukan performa terbaiknya. Dari 21 pertandingan terakhir di liga, Tim Elang Ibukota menorehkan catatan tak terkalahkan, dengan perincian 17 kemenangan dan empat hasil imbang.

Hasil tersebut membuat Lazio melesat ke peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan koleksi 62 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari Juventus yang menghuni urutan teratas.

Kegemilangan penampilan Lazio pada musim ini tak lepas dari sosok Ciro Immobile. Penyerang Timnas Italia itu sudah menjadi andalan di lini serang Lazio sejak 2016.

Sejauh ini, Immobile berhasil mencetak 116 gol dari 167 penampilan di seluruh ajang. Dari jumlah tersebut, 27 di antaranya ditorehkan Ciro Immobile di Serie A 2019-2020.

Koleksi 27 gol tersebut memperlihatkan jika pemain berusia 30 tahun itu lebih tajam dibandingkan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dan penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku. Immobile bercokol di puncak daftar top skorer sementara Serie A, unggul enam gol atas Ronaldo dan 10 gol atas Lukaku.

Bukan hanya sosok Ciro Immobile di lini serang, solidnya lini belakang juga menjadi kunci keberhasilan Lazio menempati posisi atas klasemen Serie A.

Piawainya Thomas Strakosha di bawah mistar gawang, serta solidnya penampilan Francesco Acerbi, Luiz Felipe, Patric, serta Stefan Radu di lini belakang membuat I Biancocelesti menjadi klub yang paling sedikit kebobolan di Serie A, yakni 23 gol dari 26 pertandingan.

Jika terus tampil konsisten, bukan mustahil Lazio akan merengkuh trofi juara Serie A musim ini, sekaligus menyudahi hegemoni Juventus dalam delapan musim terakhir.

 

Strategi 3-5-2 Andalan Simone Inzaghi

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, merayakan kemenangan atas Inter Milan pada laga Serie A di Stadion Olympico, Minggu (16/2/2020). Lazio menang 2-1 atas Inter Milan. (AP/Alfredo Falcone)

Namun, melejitnya penampilan Lazio pada musim ini tak bisa dipisahkan dari peran besar sang allenatore, Simone Inzaghi. Pelatih berusia 43 tahun tersebut dipercaya menangani Lazio pada 3 April 2016.

Pada awal kariernya di Lazio, Simone Inzaghi menerapkan taktik 4-3-3. Dengan strategi tersebut, Inzaghi yang menggantikan peran Stefano Pioli yang dipecat, mampu membawa I Biancocelesti merengkuh empat kemenangan dan tiga kekalahan dari tujuh laga terakhir di Serie A 2015-2016.

Hasil itu pun membuat Lazio finis di peringkat delapan klasemen dengan koleksi 54 poin. Saat itu, Lazio tertinggal 37 angka dari Juventus yang berhasil keluar sebagai juara.

Selepas itu, berbagai formasi pernah diterapkan oleh Simone Inzaghi di Lazio, mulai dari 3-1-4-2, 4-3-2-1, 3-5-2, 4-4-1-1, 3-4-3, sampai taktik yang tak biasa, yakni 4-1-4-1.

Memasuki musim ini, adik kandung legenda AC Milan, Filippo Inzaghi itu akhirnya menemukan taktik idealnya, yaitu 3-5-2. Untuk posisi di bawah mistar gawang selalu dipercayakan kepada Thomas Strakosha.

Luiz Felipe, Patric, Stefan Radu, serta Francesco Acerbi saling bergantian mengawal lini pertahanan. Manuel Lazzari serta Senad Lulic berperan sebagai wing back, yang mampu membantu pertahanan dan juga melancarkan serangan.

Adapun Sergej Milinkovic-Savic bertugas sebagai kreator serangan, dibantu Marco Parolo, Luis Alberto, ataupun Danilo Cataldi. Sementara itu, Joaquin Correa dan Ciro Immobile berduet di lini serang.

"Dia mempertahankan taktik melatih gaya Italia dan kebiasaan mereka yang diperhatikannya. Dia juga selalu mempelajari rekaman video sebagai persiapan pertandingan, namun saat kami berlatih selalu menggunakan bola," ujar Immobile.

"Dia telah membawa pergerakan dan dinamika ke sesi latihan, lebih mendepankan bermain dengan bola, dia menjadi pelatih dengan rasa Eropa," lanjutnya.

Layak Juara di Tengan Pandemi Virus Corona

Para pemain Lazio merayakan kemenangan atas Inter Milan pada laga Serie A di Stadion Olympico, Minggu (16/2/2020). Lazio menang 2-1 atas Inter Milan. (AP/Alfredo Falcone)

Sayangnya, Serie A musim ini harus terhenti sejak 9 Maret dan dijadwalkan kembali bergulir pada 3 April mendatang. Namun kini, masih belum jelas kapan liga teratas di Italia itu akan kembali bergulir.

Pemerintah Italia masih berjuang mengatasi pandemi virus Corona yang terus meningkat. Berdasarkan data dari John Hopkins University, hingga Selasa (24/3/2020) sudah ada 63 ribu lebih pasien positif terpapar virus Corona, yang 6 ribu di antaranya meninggal dunia dan 7 ribu lebih sembuh.

Alhasil, timbul wacana jika Serie A musim ini bakal terhenti di tengah jalan. Jika liga berakhir lebih dini, Lazio dianggap layak untuk keluar sebagai juara.

Meski terpaut satu angka dari Juventus, Tim Elang Ibukota menjadi klub dengan pertahanan terbaik. Selain itu, mereka juga tak terkalahkan dalam 21 pertandingan terakhir di liga, dan meraih 55 poin dari kemungkinan maksimal 63.

Meski begitu, Simone Inzaghi enggan membahas mengenai kemungkinan Lazio merengkuh Scudetto musim ini. Hal tersebut diungkapkan oleh sang istri, Gaia Lucariello.

"Kata Scudetto dilarang di rumah kami. Topik itu sepenuhnya menjadi hal tabu," kata Lucariello kepada surat kabar Il Tempo, dikutip oleh Football Italia.

"Penundaan Serie A menjadi hal yang mengecewakan karena Lazio sedang dalam bentuk hebat. Namun ketika ada hal yang lebih besar (wabah virus corona covid-19) terjadi di sini, kami hanya bisa menerimanya," ujarnya.

Lantas, mampukah Lazio menjuarai Serie A musim ini sekaligus menyudahi puasa gelar liga selama hampir 20 tahun? Layak untuk dinantikan.

Sumber: Transfermarkt, Football Italia

Klasemen Serie A:

 

FcTables.com

Video