Sensasi Fine Dining di Ketinggian 50 Meter Segera Hadir di Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kalau fine dining sudah dianggap biasa, bagaimana bila menikmatinya di atas ketinggian 50 meter di atas tanah? Atraksi bernama Lounge In The Sky (LITS) itu akan hadir di Jakarta mulai Januari 2022.

Arvin Randahwa, founder dan CEO DITS ASIA, menerangkan Jakarta menjadi lokasi ketiga LITS di dunia. Pertama kali hadir di Belgia pada 2006, disusul Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa tahun kemudian. Jakarta dipilih karena orang Indonesia dinilai sangat menikmati beragam produk gaya hidup berkualitas tinggi.

Platform LITS yang bisa dibongkar pasang itu nantinya akan berdiri di Mangkuluhur City. Tamu akan bisa menikmati sesi fine dining yang berlangsung satu jam sambil menikmati pemandangan matahari terbenam dan suasana sekitar Bundaran Semanggi dari ketinggian dan view 360 derajat.

"Kita sudah planning dari tahun lalu sebenarnya. Tetapi, gara-gara situasi pandemi, dilanjutkan PSBB, terus PPKM Level 3, akhirnya (tertunda). Sekarang karena sudah membaik dengan PPKM Level 1, kita mulai kolaborasi bawa LITS ke Indonesia," ujar Dharma Mangkuluhur Hutomo, Presiden Direktur Humpuss Land, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 4 November 2021.

Arvin menjelaskan, modular LITS terjamin keamanannya dan sudah teruji sejak 15 tahun lalu. Platform itu bisa menampung hingga 32 tamu dalam satu sesi. Mereka yang hadir diwajibkan mengenakan sabuk pengaman selama menikmati momen menyantap hidangan di atas ketinggian.

"Tamu tidak bisa melepas sabuk pengaman, mirip seperti di roller coaster. Hanya boleh dilepas bila mereka kembali tiba di darat," ujar Arvin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3 Bulan

Narasumber peluncuran LITS Jakarta dari kiri ke kanan: Plt Kepala Disparekraf Jakarta Gumilar Ekalaya, Manajer Operasional dari Boca Rica Jakarta Jan Hendrik Loe, Presdir Humpuss Land Dharma Mangkuluhur, dan founder dan CEO DITS ASIA Arvin Randahwa. (dok. LITS Jakarta)
Narasumber peluncuran LITS Jakarta dari kiri ke kanan: Plt Kepala Disparekraf Jakarta Gumilar Ekalaya, Manajer Operasional dari Boca Rica Jakarta Jan Hendrik Loe, Presdir Humpuss Land Dharma Mangkuluhur, dan founder dan CEO DITS ASIA Arvin Randahwa. (dok. LITS Jakarta)

Pada tahap pertama, LITS Jakarta akan beroperasi selama tiga bulan. Arvin menyebut, kelanjutannya tergantung pada antusiasme warga. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan atraksi tersebut akan didirikan di kota lain.

Para tamu yang berminat wajib reservasi terlebih dulu, yang waktunya dibuka per Jumat (5/11/2021) pukul 12 siang. Reservasi itu tidak dibatasi jumlah orang. Namun, ia mengklaim 5 ribu orang sudah masuk daftar tunggu untuk menikmati pengalaman LITS.

"Kami menargetkan mereka yang ingin merayakan sesuatu. Ini cara terbaik untuk merayakan sesuatu. Kami punya tempat terbaik, lokasinya berada di jantung Kota Jakarta," kata Arvin.

Di platform itu nantinya akan ada delapan meja. Masing-masing terdiri dari empat kursi. Pihaknya akan mengatur satu grup terpisah dengan grup lainnya agar jarak sosial terjaga. Dharma juga menambahkan aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan untuk memastikan keamanan seluruhnya.

"Kami hanya bisa menerima mereka dengan berat tidak lebih dari 150 kilogram dan tinggi minimal 135 sentimeter. Kenapa ada tinggi minimal, itu untuk memastikan keselamatan para tamu karena sabuk pengaman didesain demikian," kata dia seraya menambahkan bahwa tamu dipastikan tidak takut ketinggian dan tidak memiliki masalah darah tinggi.

3 Kelas

Ilustrasi sensasi fine dining di rumah. (dok. pexels/Jonathan Borba)
Ilustrasi sensasi fine dining di rumah. (dok. pexels/Jonathan Borba)

Tersedia tiga paket dengan harga bervariasi. Kelas standar berbiaya Rp1,6 juta, kelas bisnis Rp2,2 juta, dan first class Rp3,7 juta. Masing-masing akan menerima paket makanan yang terdiri dari appetizer, main course, dan makanan penutup. Layanan fine dining itu ditangani Boca Rica Jakarta

Manajer Operasional Boca Rica Jakarta Jan Hendrik Loe menjamin seluruh menu diracik spesial, berbeda dari menu di restorannya. Konsepnya kuliner Barat dengan sentuhan nusantara. Ada ekstra layanan yang bisa didapat tamu dengan kelas lebih tinggi.

"Untuk yang first class, misalnya, tamu bisa takeaway macarons," ujarnya.

Ia memastikan semua makanan akan disajikan hangat dan segar di ketinggian. Tim akan menyiapkannya di bawah dan mengemasnya dengan teknologi agar kualitasnya terjaga. "Enggak ada yang sifatnya sudah dikemas, di atas baru plating," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya berharap atraksi itu dapat menarik perhatian wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta. Terlebih, ia menyebut momennya tepat karena Jakarta kini berstatus PPKM Level 1.

"Kita sudah lihat pergerakan wisatawan dari daerah sekitar Jakarta, dengan peningkatan kunjungan wisata, okupansi hotel yang growing up, begitu juga tempat hiburan dan restoran semakin meningkat di era pandemi seperti ini. Di awal 2022, kita bidik wisatawan lokal, arround Jakarta, yang bisa dijangkau lewat darat. Kalau pesawat kan ada kriterianya," sambung dia.

Diplomasi Indonesia via Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel