Sentul City Bakal Bayar Utang Rp 900 Miliar kepada BNI Usai Jual Aeon Mall

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Sentul City Tbk (BKSL) dan Aeon Jepang melalui PT Aeon Mall Indonesia merampungkan proses akuisisi atau penjualan Aeon Mall Sentul City, Bogor. Dana hasil penjualan Aeon Mall, salah satunya dimanfaatkan untuk bayar utang kepada BNI.

"Kami bersyukur akhirnya proses akuisisi bisa berjalan dengan lancar," ujar Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk, Basaria Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin (19/4/2021)

Basaria menuturkan, proses penjualan ini terjadi karena Aeon Jepang sebagai investor asing melalui PT Aeon Mall Indonesia melihat prospek bisnis yang sangat baik di kawasan hunian Sentul City.

Bagi perseroan dana dari hasil penjualan ini akan dimaanfaatkan untuk melunasi pinjaman ke PT BNI Tbk sebesar Rp 900 Miliar. Basaria menuturkan, dana dari hasil penjualan mengurangi secara signifikan liabilitas perseroan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), total liabilitas tercatat Rp 8,21 triliun pada 30 September 2020. Angka liabilitas itu naik dari periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 6,57 triliun.

Selain itu, penjualan mal ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja keuangan pada kuartal II 2021.

"Dan tentunya sangat membantu cash flow kami," ujar dia.

Bangun Factory Outlet

Pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun diyakini mampu menggerakkan roda industri sektor properti yang merupakan salah satu penyokong perekonomian nasional.
Pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun diyakini mampu menggerakkan roda industri sektor properti yang merupakan salah satu penyokong perekonomian nasional.

Menurut Basaria, perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan hunian di Sentul City sebagai kota mandiri yang modern.

Basaria menuturkan, hal ini sejalan dengan pengembangan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang menetapkan kawasan hunian Sentul City sebagai Central Bussines Districk (CBD).

Pengembangan CBD menjadi prioritas utama perseroan saat ini. Setelah IKEA, AEON Mall, perseroan tengah merancang kerja sama dengan investor asing untuk membangun factory outlet terbesar se Asia Tenggara di Sentul City.

"Kita ingin percepatan agar kegiatan bisnis berskala besar di kawasan hunian Sentul memberikan dampak ekonomi kepada stakeholders," ujar dia.

Selain itu, menurut Basaria, PT Sentul City Tbk juga bertekad untuk menjadikan kawasan hunian Sentul City sebagai surganya para investor.

Oleh karena itu, perseroan juga secara berkesinambungan menyiapkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh para investor nasional dan global. Untuk mendukung kebutuhan jaringan telekomunikasi para investor, kawasan Sentul City sudah dilengkapi jaringan serat fiber optic.

Begitu juga dengan jaringan air bersih, Perseoan telah bekerjasama dengan Perumda Air BersihTirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan ini. Masalah ketersediaan jaringan dan pasok listrik, juga sudah menjalin kerja sama sangat baik dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Pada penutupan perdagangan saham Senin,19 April 2021, saham PT Sentul City Tbk (BKSL) naik 9,62 persen ke posisi Rp 57. Saham BKSL dibuka naik tiga poin ke posisi Rp 55 per saham.

Saham BKSL berada di posisi tertinggi Rp 62 dan terendah Rp 52. Total frekuensi perdagangan saham 15.118 kali dengan nilai transaksi Rp 106,7 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini